
Photo
JawaPos.com – Mantan Presiden Pakistan Jenderal Pervez Musharraf berpulang di usia 79 tahun pada Minggu (5/2). Dia meninggal di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), setelah menderita sakit berkepanjangan.
’’Kami mengucapkan belasungkawa yang tulus atas kematian Jenderal Pervez Musharraf, seorang mantan presiden, ketua Gabungan Kepala Staf Komite Pakistan, dan kepala staf militer,’’ bunyi pernyataan Militer Pakistan seperti dikutip The Guardian.
Ungkapan serupa juga disampaikan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif dan Ketua Senat Pakistan Muhammad Sadiq Sanjrani. Beberapa politikus, partai, dan lembaga di Pakistan lainnya juga menyatakan dukacita atas kepergian Musharraf. Termasuk Partai Tehreek-e-Insaf yang dipimpin mantan PM Imran Khan.
Selama ini, Musharraf dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Dia melakukan kudeta militer pada 1999 dengan menggulingkan kekuasaan mantan PM Nawaz Sharif, kakak lelaki Shehbaz Sharif. Musharraf lalu mengangkat dirinya sebagai presiden Pakistan pada 2001–2008. Selama itu pula, dia mempertahankan posisinya sebagai kepala militer di negara tersebut.
Kepemimpinannya terjungkal, setelah pada November 2007, dia mengumumkan keadaan darurat. Saat itu Musharraf menangguhkan konstitusi dan mengganti hakim agung serta menutup saluran TV independen. Dia mengklaim itu dilakukan untuk menstabilkan negara dan memerangi ekstremisme Islam yang meningkat. Namun, kritikan tajam datang dari dalam dan luar negeri. Termasuk dari AS dan negara-negara pendukung demokrasi. Penduduk Pakistan pun menginginkannya untuk lengser.
Terus tertekan, Musharraf mencabut keadaan darurat tersebut. Lalu, dia menggelar pemilu pada Februari 2008. Sayang, saat itu partainya kalah. Pada 23 November 2008, dia pergi dari Pakistan. Mengasingkan diri ke London.
Sejak pulang ke negaranya, dia dijerat dengan berbagai kasus yang terkait dengan masa kekuasaannya. Akhirnya, Musharraf memilih tinggal di Dubai sejak Maret 2016 hingga tutup usia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
