Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Juni 2018 | 23.13 WIB

Berpisah di Perbatasan, Ibu dan Anak Menangis Usai Bertemu Lagi

Aksi protes atas kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikenal dengan nama - Image

Aksi protes atas kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dikenal dengan nama

JawaPos.com - Seorang bocah berumur tujuh tahun, Darwin, tak bisa menahan tangisnya. Air matanya jatuh seketika dia bertemu dengan ibunya setelah dipisahkan hampir sebulan.


Suasana tiba-tiba sangat mengharukan. Ini terjadi ketika ibu dan anak yang terpisah bertemu kembali sejak Departemen Kehakiman setuju untuk membebaskan anak itu.


Sang ibu, Beata Mariana de Jesus Mejia-Mejia dan putranya, Darwin, bersatu kembali pada Jumat (22/6) sekitar pukul 02.30 pagi di Bandara Internasional Baltimore-Washington, Maryland. Dia menangis dan membungkus bocah itu dengan selimut, lalu memeluknya erat dan mengatakan "Aku sangat mencintaimu" dalam bahasa Spanyol.


Sebeumnya, Mejia-Mejia menggugat pemerintah federal untuk mencari tahu di mana Darwin ditahan. Mereka dipisahkan di perbatasan AS-Meksiko setelah perjalanan panjang dari Guatemala.


Menurut The Associated Press, keduanya diatur untuk melakukan perjalanan ke Texas. Mereka akan tinggal di sana, sementara klaim suaka mereka sedang diadili.


Mejia-Mejia dan putranya melintasi perbatasan pada 19 Mei. Dia sedang mengajukan suaka politik dekat San Luis, Arizona. Keduanya ditahan agen Patroli Perbatasan. Dua hari kemudian, putranya diambil darinya.


Dia dipindahkan ke Pusat Penahanan Eloy di Arizona. Lalu, ia diberitahu bahwa putranya berada di fasilitas yang dikelola Kantor Pengungsi di Phoenix.


Diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kebijakan yang dikenal dengan nama 'zero-tolerance' awal Mei lalu. Akibatnya, anak-anak imigran di perbatasan AS dipisahkan dari keluarga mereka.


Protes dari publik pun semakin keras. Pada akhirnya Trump menandatangani perintah eksekutif bahwa akan menghentikan pemisahan keluarga. Sebaliknya memungkinkan orang tua dan anak-anak untuk ditahan bersama. Namun, Trump mengatakan bahwa perintah eksekutif tidak mengakhiri kebijakan 'zero-tolerance'-nya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore