
KETAT: Tentara Sri Lanka berdiri berjaga-jaga di dekat gedung parlemen di Kolombo (14/7) sehari setelah ribuan demonstran menguasai kantor Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe setelah ditunjuk sebagai presiden interim. (AFP)
JawaPos.com - Gotabaya Rajapaksa mengingkari janjinya. Sang presiden kini jadi pelarian. Hingga kemarin (14/7) dia belum menyerahkan surat pengunduran diri sebagai presiden Sri Lanka. Padahal, saat massa menduduki rumah dinas kepresidenan, politikus 73 tahun itu berjanji meletakkan jabatan pada Rabu (13/7). Namun, pada hari yang dijanjikan, dia justru melarikan diri ke Maladewa dengan menggunakan pesawat militer.
Pemerintah Maladewa sejatinya menolak pesawat tersebut mendarat. Namun, mantan presiden Maladewa yang kini menjadi Ketua Parlemen Mohamed Nasheed turun tangan membantu.
Kedatangan Rajapaksa tetap tidak disambut baik. Penduduk Maladewa berunjuk rasa memintanya hengkang. Pada hari yang sama, Rajapaksa hanya memerintahkan agar Perdana Menteri (PM) Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menjabat presiden sementara. Hingga waktu yang dijanjikan habis, Rajapaksa tidak kunjung menyerahkan surat pengunduran dirinya.
’’Saya belum menerima suratnya, saya harap datang hari ini (kemarin, Red),’’ ujar Ketua Parlemen Sri Lanka Mahinda Yapa Abeywardena. Rajapaksa dianggap resmi meletakkan jabatan jika parlemen menerima surat pengunduran diri. Parlemen Sri Lanka tidak akan bersidang kembali sampai Rajapaksa secara resmi menyerahkan surat pengunduran dirinya.
Alih-alih mengirim surat untuk mundur, presiden ke-8 Sri Lanka tersebut justru pindah lokasi pelarian. Dilansir CNN, dia naik pesawat Saudia dengan nomor penerbangan 788. Pesawat tersebut lepas landas dari Male, Maladewa, pukul 11.30 waktu setempat dan bertolak ke Singapura. Saudia 788 itu kemarin menjadi pesawat yang paling banyak dilacak posisinya. Ada dugaan bahwa dia akan bertolak ke Arab Saudi. Singapura maupun Arab Saudi belum memberikan klarifikasi terkait hal itu. Namun, beredar kabar bahwa Rajapaksa akan mengirim surat pengunduran diri begitu tiba di Singapura.
Rajapaksa sepertinya berusaha sedapat mungkin mempertahankan jabatannya hingga menemukan lokasi aman. Sebab dengan status presiden, dia memiliki imunitas dan tidak bisa ditangkap maupun diadili oleh pemerintah Sri Lanka yang baru.
Kemenlu Indonesia terus memantau keamanan WNI yang berada di Sri Lanka. Dalam jumpa pers rutin Kemenlu kemarin (14/7), Direktur Perlindungan WNI Judha Nugraha memastikan seluruh WNI di sana aman. ”Semuanya alhamdulillah dalam kondisi baik dan termonitor oleh KBRI Kolombo,” ujarnya. Judha juga memastikan, tak ada WNI yang dilaporkan terluka akibat unjuk rasa besar-besaran pada 9 Juli 2022.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
