
Photo
JawaPos.com – ”Jika pembunuhan itu bertujuan membuat saya bebas, saya tentu tidak ingin menghabiskan waktu di penjara. ” Kalimat itu adalah sepenggal artikel berjudul How to Murder Your Husband (Bagaimana Cara Membunuh Suamimu, Red) karya Nancy Crampton Brophy pada 2011.
Novelis Amerika Serikat tersebut menulis bahwa orang yang membunuh pasangannya pasti menjadi tersangka utama. Karena itu, perempuan pembunuh tersebut harus terorganisasi, kejam, dan pintar. Tujuannya satu, lolos dari penjara.
Kini, sebelas tahun kemudian, Nancy duduk di peradilan. Dia didakwa telah membunuh suaminya, Daniel Brophy. Pembunuhan dilakukan 2 Juni 2018 di Oregon Culinary Institute. Daniel berprofesi sebagai chef di tempat itu. Dia ditembak dua kali di dapur sebelum akhirnya tewas. Kamera CCTV menangkap gambar minivan milik Nancy berada di luar gedung tersebut hampir bertepatan dengan waktu pembunuhan.
”Anda ada di sana di waktu yang sama ketika seseorang menembak suami Anda dengan senjata api yang sama persis dengan milik Anda. Kini senjata itu hilang secara misterius,” ujar jaksa Shawn Overstreet dalam persidangan di Pengadilan Multnomah County Selasa (17/5) seperti dikutip Agence France-Presse. Nancy diketahui membeli senjata di e-Bay. Senjata yang bisa menjadi petunjuk pembunuhan itu kini hilang tanpa jejak.
Versi penyelidik, Nancy tengah kesulitan untuk membayar hipotek sebelum kematian sang suami. Tapi, Nancy tidak pernah telat membayar 10 asuransi jiwa Daniel. Jika diklaimkan, jumlahnya mencapai USD 1,4 juta atau setara Rp 20,5 miliar.
Nancy mengaku tidak ingat pernah berada di lokasi pembunuhan. Penulis 71 tahun tersebut bersikukuh bahwa dirinya hanya mengemudi keliling untuk mencari inspirasi. Dia juga menampik pertanyaan jaksa, barangkali dia telah lupa membunuh suaminya sendiri.
”Ini bukan pria yang bisa saya tembak karena saya punya masalah ingatan. Tampaknya jika saya menembaknya, saya akan mengingat semua detailnya,” bantah penulis serial novel Wrong Never Felt So Right tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
