Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Januari 2022 | 23.02 WIB

Masuk Tempat Umum Harus Sudah Divaksin, Penentang Turun ke Jalan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Liberte. Kata yang berarti kebebasan itu terpampang pada spanduk di berbagai penjuru Prancis. Spanduk itu dibawa oleh sekitar 105 ribu penduduk yang turun ke jalan menentang rancangan undang-undang (RUU) tentang persyaratan vaksin.

Jika disahkan, UU itu bakal melarang orang-orang yang tidak divaksin untuk memasuki tempat-tempat umum seperti restoran, museum, bioskop, dan sebagainya. Surat keterangan bebas Covid-19 yang dulu bisa digunakan tidak akan berlaku lagi.

RUU itu sudah lolos pembahasan di majelis rendah dan kini tengah berada di meja senat. Apabila lolos, UU tersebut bisa diterapkan pada pertengahan bulan ini. Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya mengingatkan akan mempersulit hidup penduduk yang tidak mau divaksin.

Prancis memang tengah berjuang agar tak kembali terpuruk oleh gelombang penularan baru. Sabtu (8/1) saat demo digelar, ada 303.669 kasus penularan baru. Hal itu membuat sistem kesehatan tertekan. Meski begitu, ratusan ribu demonstran yang turun ke jalan sama sekali tidak memakai masker dan menjaga jarak.

Aksi terbesar terjadi di Paris. Ada sekitar 18 ribu demonstran di ibu kota Prancis tersebut. Sebanyak 10 orang ditangkap karena dianggap berbuat onar. Aksi juga terjadi di Toulon dan kota-kota besar lainnya. Di kota-kota lain, total ada 24 demonstran yang ditahan. Beberapa polisi dilaporkan luka-luka.

Kelompok antivaksin di Italia, Jerman, dan Austria juga turun ke jalan. Di Italia massa menentang kebijakan wajib vaksin untuk usia 50 tahun ke atas. Penduduk juga harus memakai green pass untuk memasuki bank, kantor, toko, dan beberapa tempat lainnya. Itu adalah kartu tanda bukti sudah divaksin, sembuh dari Covid-19 atau bukti negatif. Kartu tersebut juga dibutuhkan untuk mereka yang akan berangkat kerja. Mulai Senin (10/1), kendaraan umum dan aktivitas rekreasi hanya diperbolehkan untuk orang yang sudah divaksin ataupun sembuh dari Covid-19.

’’Kami ingin memperlambat pertumbuhan kurva penularan dan mendorong orang Italia yang belum divaksin untuk melakukannya,’’ ujar Perdana Menteri (PM) Italia Mario Draghi seperti dikutip Fortune.

Penduduk Jerman, selain menentang vaksin pada orang dewasa, juga tidak mau anaknya divaksin. Di Austria, 40 ribu orang turun ke jalan untuk menentang kebijakan wajib vaksin yang berlaku bulan depan.

Inggris mulai merasakan imbas dari tingginya angka penularan. Ia menjadi negara pertama di Eropa yang angka kematian akibat Covid-19 mencapai 150 ribu jiwa. Itu terhitung sejak awal pandemi. Secara global, Inggris berada di urutan ke-7 negara dengan mortalitas tinggi. Sebelumnya, ada Amerika Serikat, Brasil, India, Rusia, Meksiko, dan Peru.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore