
Photo
JawaPos.com - Setelah sepekan menyebabkan kemacetan lalu lintas perdagangan internasional di Terusan Suez, kapal raksasa asal Taiwan, Ever Given akhirnya berhasil dievakuasi. Jalur yang dilewati Ever Given yang dioperasikan oleh Evergreen Marine sepanjang 400 m (1.300 kaki) telah bebas hingga 80 persen menurut Otoritas Terusan Suez. Meski begitu jalur tersebut belum sepenuhnya bebas.
Otoritas menambahkan bahwa upaya lebih lanjut untuk memindahkan kapal akan dilanjutkan pada Senin (29/3) malam. Akan tetapi, kepala perusahaan yang terlibat dalam upaya penyelamatan mendesak agar tetap berhati-hati.
Petugas penyelamat dari otoritas dan perusahaan Belanda Smit Salvage menggunakan kapal tunda untuk menarik bagian belakang kapal dari tepi kanal. Bagian belakang kapal yang berada 4 meter dari pantai, sekarang sudah bebas 102 meter. Otoritas Terusan Suez mengatakan kapal itu kini telah terapung sepenuhnya.
"Upaya untuk memindahkan kapal akan dilanjutkan pada pukul 11:30 waktu setempat setelah air pasang naik," kata para pejabat seperti dilansir BBC.
Dalam sebuah pernyataan, Otoritas Terusan Suez mengatakan bahwa setelah air pasang mencapai 2 meter, petugas penyelamat bakal memulihkan arah kapal sehingga posisinya di tengah jalur air yang dapat dilalui. Lalu lintas akan dibuka kembali setelah kapal dipindahkan ke ruang tunggu di bagian kanal yang lebih luas. Akibat insiden tersebut, sebanyak 367 kapal menunggu untuk melintas.
Ketua Otoritas Terusan Suez, Osama Rabie mengatakan masih terus berusaha untuk membebaskan area sepenuhnya. Tetapi CEO perusahaan penyelamat yang terlibat dalam upaya penyelamatan mengatakan kepada radio publik Belanda bahwa operasi tersebut masih jauh dari selesai.
"Kami memiliki pergerakan yang merupakan kabar baik. Tapi, ini belum selesai," kata Peter Berdowski.
Dia menjelaskan bahwa air bertekanan tinggi akan digunakan untuk mencoba menghilangkan pasir dan tanah liat dari bawah haluan kapal. Jika itu gagal, maka kontainer harus diangkat dalam operasi yang bisa memakan waktu lama.
"Busur itu masih tertancap sekuat batu saat ini di tanah liat yang agak berpasir," katanya
Ever Given seberat 200 ribu ton kandas pada Selasa pagi di tengah angin kencang dan badai pasir yang memengaruhi jarak pandang. Perusahaan penyelamat spesialis dibawa untuk membantu mengapung kembali kapal. Pada Minggu (28/3), petugas kanal mulai bersiap untuk memindahkan sekitar 20 ribu kontainer di atas kapal untuk meringankan beban.
Terusan yang memisahkan Afrika dari Timur Tengah dan Asia, adalah salah satu rute perdagangan tersibuk di dunia dengan sekitar 12 persen dari total perdagangan global yang melewatinya. Terusan tersebut menyediakan jalur terpendek antara Asia dan Eropa. Rute alternatif adalah mengitari Tanjung Harapan di ujung selatan Afrika, bisa memakan waktu dua minggu lebih lama.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=9aEDiDuY9SQ

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
