Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Januari 2020 | 02.36 WIB

Imbas Virus Korona, Food Vlogger Ogah Santap Daging Kelelawar Lagi

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Seorang influencer media sosial (food vlogger) yang memfilmkan dirinya makan sup kelelawar akhirnya merasa takut dengan wabah coronavirus. Wang Mengyun terlihat dalam videonya sedang asyik mengunyah daging kelelawar dalam semangkuk air kuah. Padahal kelelawar menjadi salah satu hewan yang dituding sebagai pembawa virus korona selain ular.

Video itu direkam di sebuah restoran di Wuhan. Mengyun mengklaim film itu dibuat tiga tahun lalu sebagai cara untuk menunjukkan gaya hidup masyarakat lokal di sana. Dalam permintaan maaf kepada pengikutnya di platform media sosial Tiongkok, Weibo, dia berjanji tak akan makan kelelawar lagi.

"Maaf semuanya, saya tidak boleh makan kelelawar," ungkapnya.

Mengyun juga mengatakan dia telah menerima hujatan dan ancaman kematian sejak video itu beredar. Padahal saat itu diambil pada 2016.

"Itu semua karena pada 2016, ketika saya sedang menyaring program wisata di Palau, sebuah pulau Pasifik Selatan, saya makan sup makanan sehari-hari penduduk lokal. Kembali pada Mei 2016, saya tidak tahu apa ada virus pada waktu itu. Ketika video dirilis saya hanya ingin memperkenalkan gaya hidup masyarakat setempat. Saya tidak tahu kelelawar akan menjadi sarang penyakit," ujarnya.

Kelelawar populer dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Kelelawar dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti malaria dan batuk. Kotorannya dianggap menyembuhkan penyakit mata.

Sementara itu, pejabat Tiongkok memastikan bahwa wabah coronavirus atau virus korona jenis baru awal muncul di pasar hewan di Wuhan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok (CDC) mengatakan hasil tes menunjukkan manusia tertular virus dari binatang di pasar tradisional makanan laut Huanan.

Dilaporkan Kantor Berita Xinhua, para ahli sebelumnya mengira virus itu berasal dari ular yang dijual. Namun, CDC tidak dapat mengklarifikasi kebenarannya. Pasar tersebut menjual sejumlah binatang liar termasuk berang-berang, landak, anak serigala, dan tikus.

"31 dari 33 sampel positif dikumpulkan dari zona barat pasar, tempat stan perdagangan satwa liar terkonsentrasi. Hasilnya menunjukkan bahwa wabah coronavirus baru sangat relevan dengan perdagangan hewan liar," beber sebuah sumber CDC Tiongkok seperti dilansir dari Mirror, Selasa (28/1).

Pasar Huanan Seafood Wholesales terkenal menjual hewan hidup. James, seorang guru bahasa Inggris yang tinggal di dekat pasar, mengatakan kepada majalah TIME, pasar itu memang selalu sibuk.

"Pasar itu terkenal karena menjual banyak hewan hidup yang aneh. Jadi tidak ada yang terkejut sama sekali ketika muncul bahwa virus itu mungkin berasal dari hewan yang tidak biasa," ujarnya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore