
Photo
JawaPos.com - Kasus penemuan 39 mayat di dalam truk kontainer di sebuah kawasan industri di Grays, sekitar 32 km dari London, pada Rabu (23/10) pagi lalu waktu setempat memasuki babak baru. Sopir truk yang merupakan warga negara Irlandia Utara, Maurice Robinson, dan sudah ditahan memberikan pengakuan yang cukup penting bagi kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut.
Robinson pada Senin (25/11) mengakui telah menjalankan rencana ilegal terkait 39 migran asal Vietnam yang ditemukan tewas di dalam truk kontainer yang dia kendarai. Robinson juga mengakui melakukan kejahatan untuk mendapatkan keuntungan. Namun, dia tidak diminta untuk mengajukan permohonan atas 41 dakwaan lainnya, termasuk 39 dakwaan pembunuhan dalam kasus itu, yang kemudian menyorot praktik penyelundupan dan perdagangan manusia.
Baca juga: Sopir Truk jadi Tersangka Pembunuhan 39 Orang Diduga Warga Tiongkok
Robinson mengungkapkan hal itu saat memberikan pernyataan pada persidangan dengar pendapat di pengadilan London. Sidang itu digelar satu bulan setelah 39 jenazah ditemukan. Jenazah itu terdiri dari 8 wanita dan 31 pria. Korban tertua berusia 44 tahun dan tiga lainnya berusia di bawah 18 tahun, termasuk remaja putra berusia 15 tahun.
Sebagian besar korban berasal dari provinsi Nghe An dan Ha Thinh di Vietnam tengah-utara. Di daerah itu, banyak penduduk pindah karena lapangan kerja yang minim serta berbagai faktor lainnya yang menjadi pemicu untuk pindah ke negara lain.
Seperti diketahui, banyak orang miskin di negara-negara Asia, Timur Tengah, dan Afrika menempuh perjalanan berbahaya ke Eropa bagian barat dengan harapan bisa membangun kehidupan yang lebih baik. Mereka kerap melakukan perjalanan itu setelah membayarkan uang dalam jumlah besar kepada kelompok-kelompok penjahat.
Robinson mengaku melakukan persekongkolan dengan sejumlah orang pada 1 Mei 2018 hingga 24 Oktober 2019 untuk membantu perpindahan penduduk secara ilegal. Dia juga mengaku mendapatkan uang dari hasil kejahatan tersebut. Tanggal persidangan Robinson berikutnya belum diputuskan. Namun, dia direncanakan untuk kembali hadir di pengadilan pada 13 Desember mendatang.
Satu pria lainnya dari Irlandia Utara yang juga menjadi tersangka, Christopher Kennedy (23 tahun), muncul di sidang dengar pendapat terpisah pada Senin (25/11). Dia didakwa mengatur perjalanan orang-orang dalam praktik eksploitasi. Kennedy juga didakwa bersekongkol melanggar hukum imigrasi.
Tersangka ketiga, Eaman Harrison (22 tahun), juga berasal dari Irlandia Utara, didakwa 39 pembunuhan serta melakukan perdagangan manusia dan pelanggaran keimigrasian. Dia ditangkap di Republik Irlandia dan pihak berwenang Inggris sudah memulai proses ekstradisi terhadapnya.
Sementara itu, Kepolisian Inggris pada Senin (25/11) mengatakan pihaknya telah menangkap satu lain orang lagi dalam penyelidikan kasus itu. Seorang pria berusia 36 tahun ditangkap di London Timur atas kecurigaan melakukan pembantaian manusia, bersekongkol memperdagangkan manusia, dan membantu perpindahan penduduk secara ilegal dalam kaitannya dengan kematian para migran Vietnam yang berada di dalam truk kontainer. Sedangkan Kepolisian Vietnam sudah menahan 10 orang terkait kematian puluhan warga Vietnam tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
