
Britain
JawaPos.com - Nasib Perdana Menteri Inggris Boris Johnson hampir sama dengan pendahulunya, Theresa May. Kini dia kembali menjadi bulan-bulanan Uni Eropa. Seluruh permintaannya ditolak mentah-mentah oleh organisasi negara Eropa Barat itu.
Senin malam (19/8) Johnson menerbitkan surat terbuka terhadap Uni Eropa mengenai permintaan negosiasi ulang. Dalam surat sepanjang empat halaman itu, politikus Partai Konservatif tersebut mengatakan bahwa kebijakan backstop di dalam perjanjian bakal merusak kedaulatan Inggris. Dia pun meminta agar Uni Eropa mau duduk bersama untuk membicarakan alternatif lain.
"Waktu sudah menipis. Tapi, Inggris siap untuk bergerak cepat dan kami harap Uni Eropa juga begitu," tulis Johnson menurut BBC.
Kebijakan backstop merupakan cara kedua pihak untuk menghindari tembok pembatas antara Republik Irlandia dan Negara Bagian Irlandia Utara. Namun, banyak politikus yang mengkritik kebijakan yang diusung mantan Perdana Menteri Theresa May itu. Menurut mereka, kebijakan tersebut justru bakal memisahkan Negara Bagian Irlandia Utara dari Britania Raya.
Johnson pun berhasil menggeser May setelah berjanji tak lagi mengungkit backstop sebagai salah satu solusi. Dia menegaskan lebih baik Inggris keluar tanpa kesepakatan daripada melakukan kompromi yang memasukkan kebijakan tersebut.
Surat itu sejatinya bisa jadi preview diskusi yang akan dilakukan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angle Merkel pekan ini. Namun, sebelum dia sempat duduk bersama, politisi Uni Eropa lainnya sudah angkat bicara.
Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan, permintaan Johnson tak masuk akal. Pasalnya, sampai saat ini dia tidak memberikan opsi nyata yang lebih baik dari backstop. Apalagi, rancangan perjanjian milik Theresa May sudah melalui penggodokan selama bertahun-tahun.
"Kebijakan ini adalah jaminan untuk menghindari tembok pembatas di Pulau Irlandia. Yang tidak mendukung kebijakan ini tanpa menyediakan solusi nyata sama saja mendukung pembangunan tembok tersebut," tegas Tusk seperti yang dilansir The Guardian.
Penolakan permintaan Johnson dan May hampir sama. Yang berbeda, Johnson sudah punya tujuan sejak awal: keluar dari Uni Eropa 31 Oktober bagaimanapun caranya. Iain Watson, koresponden politik BBC, mengatakan bahwa apa pun jawaban Uni Eropa pasti dimanfaatkan oleh Johnson.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
