
Jerman putuskan perpanjangan larangan ekspor senjata ke Arab Saudi. Larangan ekspor itu diberlakukan sejak Oktober 2018, setelah jurnalis Jamal Khashoggi dibunuh
JawaPos.com - Jerman putuskan perpanjangan larangan ekspor senjata ke Arab Saudi. Larangan ekspor itu diberlakukan sejak Oktober 2018, setelah jurnalis Jamal Khashoggi dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.
Pemerintah Jerman memperpanjang larangan ekspor senjata ke Arab Saudi selama enam bulan lagi, sampai 30 September 2019. Hal itu disampaikan juru bicara Kanselir Angela Merkel, Steffen Seibert, hari Kamis (28/3).
Selama periode itu, tidak ada kontrak baru yang akan disetujui, kata Steffen Seibert. Keputusan tersebut diambil dalam rapat kabinet untuk meninjau pemberhentian ekspor senjata ke Arab Saudi.
Pemerintah Jerman memberlakukan larangan sementara penjualan senjata ke Arab Saudi pada bulan Oktober 2018, setelah pembunuhan kontroversial terhadap wartawan Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul oleh agen-agen yang dikirim langsung dari negaranya. Khashoggi dibunuh karena dinilai sering mengritik kebijakan keluarga kerajaan.
Kritik dari Inggris dan Prancis
Perpanjangan larangan ekspor senjata ke Arab Saudi dikritik oleh Prancis dan Inggris, yang ingin agar suplai senjata tetap dilakukan. Kedua negara mengecam kebijakan Jerman, karena banyak senjata yang ingin mereka jual ke Arab Saudi kebetulan memiliki komponen Jerman, sehingga bisnis penjualan senjata terpaksa dihentikan.
Duta Besar Prancis untuk Jerman, Anne-Marie Descotes mengatakan, kebijakan ekspor senjata Jerman dan peraturan perizinannya yang rumit mengancam proyek-proyek pertahanan bilateral di masa depan.
Dalam upaya untuk meredakan sengketa ini, Pemerintah Jerman setuju untuk memperpanjang lisensi ekspor yang telah diberikan selama sembilan bulan, dalam upaya untuk menyelamatkan perusahaan-perusahaan pembuat senjata karena proses pengembangan dan lisensi mahal dan memakan waktu.
Namun Jerman meminta Prancis dan Inggris untuk memastikan sistem senjatanya yang dikirim ke Arab Saudi atau Uni Emirat Arab tidak akan digunakan dalam konflik Yaman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
