
Ilustrasi: Perempuan penerima donor rahim tersebut telah melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat
JawaPos.com – Untuk pertama kalinya, seorang perempuan di Brasil menerima rahim yang ditransplantasi dari donor yang orang yang telah meninggal. Perempuan penerima donor rahim tersebut telah melahirkan seorang bayi perempuan yang sehat.
Dilansir dari Al Jazeera pada Rabu (5/11), operasi terobosan yang dilakukan pada September tersebut menunjukkan bahwa transplantasi dapat membantu ribuan perempuan yang tidak dapat memiliki anak karena masalah rahim. Ini menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan pada hari Rabu dalam jurnal medis The Lancet.
Kasus ini melibatkan penyambungan pembuluh darah dari rahim donor dengan pembuluh darah penerima donor yang berusia 32 tahun, serta menghubungkan arteri, ligamen, dan saluran vagina.
Keberhasilan donor ini datang setelah 10 kasus transplantasi rahim yang sebelumnya diketahui dari donor yang telah meninggal di Amerika Serikat, Republik Ceko dan Turki namun gagal menghasilkan bayi.
Bayi yang lahir dalam dari donor rahim itu dilahirkan melalui operasi caesar usai dalam kandungan selama 35 minggu tiga hari. Berat bayi itu 2.550 gram.
Seorang dokter di rumah sakit Universitas Sao Paulo Brasil, Dani Ejzenberg yang memimpin penelitian, mengatakan, transplantasi rahim menunjukkan teknik ini layak dan dapat menawarkan perempuan dengan akses infertilitas uterus ke kumpulan donor potensial yang lebih besar.
Norma saat ini, untuk menerima transplantasi rahim adalah organ dari anggota keluarga yang masih hidup dan bersedia menyumbangkannya. "Jumlah orang yang bersedia dan berkomitmen untuk menyumbangkan organ saat kematian jauh lebih besar daripada donor hidup," kata Ejzenberg.
Dia menambahkan, bagaimanapun efek sumbangan rahim dari donor hidup dan mati belum dapat dibandingkan, dan mengatakan teknik itu masih bisa disempurnakan dan dioptimalkan.
Sementara itu, bayi pertama yang lahir setelah transplantasi rahim donor hidup berada di Swedia pada tahun 2013. Para ilmuwan sejauh ini melaporkan total 39 prosedur semacam ini, yang menghasilkan 11 kelahiran hidup.
Para ahli memperkirakan, infertilitas mempengaruhi sekitar 10 hingga 15 persen pasangan usia reproduksi di seluruh dunia. Dari kelompok ini, sekitar satu dari 500 perempuan mengalami masalah uterus. Sebelum transplantasi rahim menjadi mungkin, satu-satunya pilihan untuk memiliki anak adalah adopsi atau surrogacy.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
