
Mahkamah Konstitusi Kosta Rika telah memutuskan pasangan sesama jenis di negara itu bisa menikah pada pertengahan 2020
JawaPos.com - Mahkamah Konstitusi Kosta Rika telah memutuskan pasangan sesama jenis di negara itu bisa menikah pada pertengahan 2020. Ini merupakan yang pertama bagi negara di Amerika Tengah, yang kebanyakan memiliki paham konservatif.
Dalam keputusan yang dipublikasikan pada Kamis, (15/11), pengadilan mendukung pendapat Pengadilan Hak Asasi Manusia Inter-Amerika yang berbasis di San Jose. Pada Januari mayoritas mengatakan bahwa negara-negara di kawasan harus melegalkan serikat pekerja sesama jenis.
Legalisasi pernikahan gay adalah janji kampanye besar oleh Presiden Carlos Alvarado Quesada, yang menjabat pada bulan Mei. Dalam beberapa tahun terakhir, pasangan sesama jenis diizinkan menikah di Argentina, Brasil, Kolombia, Uruguay, dan sebagian Meksiko.
“Sekarang tinggal menunggu waktu saja. Hak yang sama penuh akan datang, cinta akan menang," kata Alvarado Quesada di twitternya dilansir dari Reuters pada Kamis, (15/11). Putusan itu dijadwalkan akan resmi diterbitkan minggu depan dan akan berlaku 18 bulan sesudahnya.
Alvarado Quesada, yang mengalahkan konservatif dalam pemilihan presiden Kosta Rika pada April, yakin dengan menjanjikan untuk mengizinkan pernikahan gay dan melindungi reputasi toleransi negara tersebut.
Alvarado Quesada mengatakan peraturan akan dimodifikasi untuk mematuhi putusan pengadilan. Ini semua terlepas dari reputasi Kosta Rika sebagai bangsa yang memandang ke depan secara sosial, dengan standar pendidikan dan kesehatan yang tinggi, hak reproduksi seperti fertilisasi dan aborsi tidak diterima secara luas, sebagaimana ditunjukkan oleh polling.
Hampir 30 persen penduduk Kosta Rika menyukai pernikahan sesama jenis, menurut survei yang dirilis pada Januari oleh think tank CIEP dari University of Costa Rica. Pernikahan sesama jenis pertama di Kosta Rika dicegah pada Januari oleh notaris yang menolak untuk mengakuinya sampai undang-undang melarang pernikahan sesama jenis diubah.
Anggota parlemen pro-pemerintah Enrique Sanchez, seorang aktivis hak-hak lesbian, gay, biseksual dan transgender, mengatakan reformasi hukum untuk menerapkan hukum harus dilakukan dengan lancar. Sebab perdebatan tentang apakah pernikahan sesama jenis adalah legal telah diselesaikan.
"Ini sudah menjadi realitas hukum dan sekarang kita harus berkonsentrasi untuk membuat penyesuaian untuk menerapkan hukum dan terus mempromosikan budaya integrasi dan toleransi dalam masyarakat," katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
