
Marsis tidak dapat menentukan seberapa tebal lapisan air. Namun tim peneliti memperkirakan bahwa itu adalah minimum satu meter
JawaPos.com - Para peneliti telah menemukan bukti kalau Planet Mars memiliki air seperti halnya yang dimiliki bumi. Dilansir BBC pada Rabu, (25/7), sebuah danau air di Mars berada di bawah lapisan es kutub selatan planet, dan berjarak sekitar 20 km.
Penelitian sebelumnya menemukan kemungkinan tanda-tanda ada air berselang mengalir di permukaan Mars. Penelitian oleh Nasa's Curiosity Rover menunjukkan air hadir di permukaan Mars di masa lalu.
Namun, iklim planet ini telah mendingin karena atmosfernya yang tipis. Ini membuat sebagian besar airnya terkurung dalam es.
Hasilnya sangat menarik karena para ilmuwan telah lama mencari tanda-tanda air minum saat ini di Mars. Namun penelitian menghasilkan temuan ambigu.
Penelitian ini juga menarik perhatian mereka yang mempelajari kemungkinan hidup di luar Bumi. Meskipun belum meningkatkan taruhan dalam pencarian biologi.
Penemuan ini dibuat menggunakan Marsis, alat radar di atas pengorbit Ekspres Planet Esa (Esa) Mars Eropa."Ini mungkin bukan danau yang sangat besar," kata Prof Roberto Orosei dari Italian National Institute for Astrophysics, yang memimpin penelitian.
Marsis tidak dapat menentukan seberapa tebal lapisan air. Namun tim peneliti memperkirakan bahwa itu adalah minimum satu meter.
"Ini benar-benar memenuhi syarat ini sebagai tempat air. Sebuah danau, bukan semacam air lelehan yang mengisi ruang antara batu dan es, seperti yang terjadi di gletser tertentu di Bumi," jelas Orosei.
Instrumen radar seperti Marsis memeriksa permukaan dan permukaan bawah planet dengan mengirimkan sinyal dan memeriksa apa yang memantul kembali. Garis putih terus menerus di bagian atas hasil radar di atas menandai awal dari Deposito Kutub Selatan, yakni akumulasi es krim dan debu air yang mirip kue kering.
Di bawah ini, para peneliti melihat sesuatu yang tidak biasa 1,5 km di bawah es. "Dalam cahaya biru Anda dapat melihat di mana refleksi dari bawah lebih kuat dari refleksi permukaan. Ini adalah sesuatu yang memberi tahu kita tanda adanya keberadaan air," kata Orosei.
Peneliti The Open University Dr Manish Patel menjelaskan, mereka telah lama mengetahui bahwa permukaan Mars tidak ramah terhadap kehidupan seperti yang kita ketahui sehingga pencarian kehidupan di Mars kini berada di bawah permukaan.
"Di sinilah kita mendapatkan perlindungan yang cukup dari radiasi berbahaya, dan tekanan dan suhu naik ke tingkat yang lebih menguntungkan. Yang paling penting, ini memungkinkan ada air untuk kehidupan," ujarnya.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
