Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Juli 2018 | 18.28 WIB

126 Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Jepang

Jepang banjir dan mengalami tanah longsor - Image

Jepang banjir dan mengalami tanah longsor

JawaPos.com - Setidaknya 126 orang tewas akibat banjir dan tanah longsor yang dipicu oleh hujan deras di Jepang barat. Seperti dilansir BBC pada Selasa, (10/7), peristiwa bencana ini menimbulkan korban tewas tertinggi yang disebabkan oleh curah hujan Jepang dalam lebih dari tiga dekade.


Tim penyelamat sekarang menggali melalui lumpur dan puing-puing untuk menemukan orang yang selamat karena belasan orang masih hilang. "Saya telah meminta keluarga saya untuk mempersiapkan yang terburuk," kata Kosuke Kiyohara, 38 tahun, yang belum mendengar dari saudara perempuannya dan dua putranya, kepada AFP.


Perdana Menteri Shinzo Abe telah membatalkan perjalanan ke Belgia, Prancis, Arab Saudi, dan Mesir untuk menangani krisis banjir. Peringatan banjir masih berlaku untuk beberapa wilayah terparah, termasuk Prefektur Okayama.


Untungnya, cuaca yang lebih tenang dan stabil diperkirakan akan terjadi beberapa hari ke depan yang kemungkinan akan membantu upaya penyelamatan. Seperti dilansir CNN pada Selasa, (10/7), Abe mengatakan, pemerintah akan bergerak cepat untuk menyampaikan kebutuhan-kebutuhan para korban dengan berkoordinasi dengan pemerintah lokal.


Ribuan rumah rusak, bahkan yang berdiri utuh telah terkena dampak. Hampir 17 ribu rumah masih tanpa listrik, dan saluran telepon mengalami gangguan di beberapa prefektur.


Upaya perbaikan yang lebih rumit adalah kenyataan bahwa banyak rel kereta api dan jalan raya ditutup sebab kondisinya terlalu banjir untuk dioperasikan. Hujan berlangsung mulai akhir pekan lalu dan meningkat selama akhir pekan.


Sungai meluap, tanah longsor menghancurkan bangunan, dan mobil-mobil tersapu oleh banjir.
"Rekor hujan di berbagai bagian wilayah menyebabkan sungai-sungai meluap, dan memicu banjir besar dan tanah longsor di beberapa daerah," kata Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga.


Dua juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, disarankan atau diperintahkan oleh pemerintah untuk dievakuasi. Beberapa warga yang tidak dapat pergi, berlindung di atas atap mereka ketika banjir bandang menelan seluruh jalan.


Kazuhiko Ono, pemilik toko buku bekas di Kota Hiroshima, tidak dapat kembali ke rumahnya. Istri dan anak-anaknya berlindung di lantai dua rumah mereka, sementara toko penuh dengan air. "Aku sedih sekali kehilangan banyak buku," kata Ono.


Hiroshima dan Ehime prefektur adalah yang paling terkena dampaknya, meskipun sembilan lainnya juga terkena dampak. Gambar dari Kuyashiki, sebuah kota di pantai selatan Prefektur Okayama, menunjukkan mobil-mobil terbalik atau terkubur dalam lumpur.


Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore