Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Juni 2018 | 20.21 WIB

Polisi Perempuan Ini Keliling dari Desa ke Desa Demi Stop Berita Palsu

Polisi perempuan Rema Rajeshwari menghentikan penyebaran berita palsu di WhatsApp - Image

Polisi perempuan Rema Rajeshwari menghentikan penyebaran berita palsu di WhatsApp

JawaPos.com - Musisi lokal India sedang bernyanyi tentang kejahatan penyebaran berita palsu. "Jangan percaya berita-berita ini," kata musisi tersebut berteriak ke kerumunan.


Saat itu, rombongan polisi datang, dipimpin oleh seorang polisi perempuan Rema Rajeshwari. Mereka datang ke alun-alun desa di salah satu tempat termiskin di India.


Kedatangan mereka adalah menghentikan penyebaran berita palsu di WhatsApp khususnya. Dengan topi biru gelap dan seragamnya, Rajeshwari naik ke panggung dan memperingatkan adanya pesan-pesan palsu mengenai penculikan anak dan pembunuh palsu.


Di India, akibat desas-desus sosial media, warga pedesaan melakukan patroli dan mencari orang-orang yang tak mereka kenal. Ada berita-berita palsu yang akhirnya bisa membuat warga membunuh seseorang yang dicurigai.


Pada Mei dan Juni saja, setidaknya ada enam orang tewas dalam serangan massa di Assam Timur, Maharashtra Barat dan Tamil Nadu selatan. Lagi-lagi tragedi itu terjadi akibat berita palsu melalui WhatsApp.


Ada juga ketegangan yang memuncak atas kelompok-kelompok Hindu yang telah menargetkan dan membunuh Muslim akibat berita palsu. "Anda melihat pesan-pesan ini, foto-foto, dan video ini, tetapi Anda tidak memeriksa apakah itu asli atau palsu, Anda hanya meneruskannya," kata Rajeshwari dilansir Bloomberg Kamis, (21/6).


"Jangan menyebarkan pesan-pesan ini. Dan ketika orang asing datang ke desa Anda, jangan menghukum mereka di tangan Anda, dan jangan bunuh mereka," tambahnya.


Pemilihan umum yang dijadwalkan pada 2019, membuat kekhawatiran mengenai berita palsu semakin meningkat. Pesan yang dipolitisasi dapat menyebabkan lebih banyak kekerasan.


Ini juga akan memicu ketegangan antara Hindu-Muslim yang lebih luas lagi, dan memicu kerusuhan agama. Taruhannya tinggi, partai nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi sedang menghadapi dukungan yang makin menurun. Sementara partai-partai oposisi berencana untuk menggabungkan kekuatan untuk mengalahkannya.


Rajeshwari mengatakan, dia melihat lonjakan pesan di negara bagian Karnataka. Ia khawatir pesan dan berita palsu semakin meningkay menjelang pemilihan nasional.


Tetapi sesuatu yang mengejutkan terjadi di sini. Kampanye pendidikan Rajeshwari tampaknya berhasil. Belum ada kematian terkait berita palsu di lebih dari 400 desa setelah di bawah kendalinya di negara bagian Telangana di selatan.


Pada saat pemerintah di seluruh dunia bergulat dengan berita palsu, upaya Rajeshwari menawarkan penangkal lokal terhadap fenomena global.


Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore