
Tim peneliti durian dari Singapura.
JawaPos.com – Bau durian yang khas menjadi salah satu daya tarik buah berkulit tajam itu. Dan, ilmuan asal Singapura berhasil mengungkapkan asal-usul aroma pekat durian itu.
Mereka melakukan penelitian itu didorong oleh keingintahuan ilmiah yang kuat dan tentu saja, cinta mereka untuk durian. Tim periset ini menemukan gen bau yang memberi buah berduri itu aroma yang sangat menyengat.
Penemuan ini berarti kemungkinan untuk menciptakan buah yang tidak berbau atau lebih ringan di masa depan. Tetapi kemungkinan itu membuat penggemar dunia galau. ”Duren tanpa baunya tidak lebih seperti cangkang kosong tanpa esensi,” tulis seorang warga Singapura Richie Liang. Liang menambahkan, durian tanpa bau uniknya bak manusia yang kehilangan nyawanya.
Setelah tiga tahun penelitian, yang didanai secara pribadi oleh sekelompok pecinta durian yang identitasnya dirahasiakan. Tim ilmuwan yang terdiri atas lima orang memiliki peta genetik lengkap dari durian. Ini adalah peta genetik durian pertama di dunia. Temuan mereka tersebut telah dipublikasikan di jurnal Nature Genetics.
”Analisis kami menunjukkan bahwa produksi sulfur yang mudah menguap semakin kencang terjadi pada durian. Ini sesuai dengan pendapat banyak orang bahwa aroma durian memiliki aspek sulfur,” kata ahli genetika Patrick Tan, yang memimpin penelitian tersebut.
Para periset mengatakan bahwa bau khas durian tersebut juga memiliki tujuan penting di alam liar. Membantu menarik hewan untuk memakannya dan menyebarkan bijinya.
Buahnya juga dicintai sekaligus dibenci. Di beberapa lokasi, tidak diizinkan mengonsumsi durian karena baunya tersebut. Dikenal sebagai raja buah, durian dimakan di seluruh tropis Asia Tenggara
Jason Lim, peneliti lain, melihat potensi penemuan durian tersebut dan membagikan harapannya untuk jenis hibrida baru durian. ”Saya berharap seseorang membuat alpukat dengan aroma durian. Penggemar durian akan tahu apa yang saya bicarakan.”
Dari penelitian itu mereka juga menemukan nenek moyang durian. Pada 65 juta tahun yang lampau, nenek moyang durian adalah pohon kakao. ”Jadi pada dasarkan kita memakan cokelat,” kata Zachary Tay peneliti lain. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
