Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Juli 2017 | 15.00 WIB

Selandia Baru Impor Lumpur Rp 1,19 Miliar demi Ini

SERU: Perayaan Boryeong Mud Festival di Daecheon Beach, Boryeong, Korea Selatan, pekan lalu. - Image

SERU: Perayaan Boryeong Mud Festival di Daecheon Beach, Boryeong, Korea Selatan, pekan lalu.

JawaPos.com  – Warga Selandia Baru heran. Mendadak, pemerintahnya mengimpor lumpur dari Korea Selatan (Korsel). Apalagi, biaya migrasi lumpur itu mencapai USD 90.000 atau sekitar Rp 1,19 miliar. Padahal, banyak lumpur di wilayah tersebut.


Namun, Wali Kota Rotorua Steve Chadwick berkelit. Menurut dia, lumpur Korsel berbeda dengan Selandia Baru. Entah di bagian apanya. Rencananya, lumpur itu dipakai untuk Mudtopia Festival pada Desember.


Nanti, lumpur tersebut dioplos dengan lumpur lokal dalam festival musik yang disertai adu lempar lumpur itu. Lumpur dari Korsel hanya akan mewakili 15 persen dari total lumpur yang digunakan dalam festival. ”Kami tidak bisa memakai lumpur lokal seluruhnya. Sebab, penggalian besar-besaran akan merusak alam. Selain itu, jika digali terlalu dalam, lumpur bisa bercampur dengan zat berbahaya,” jelasnya.


Jason Cameron, panitia festival lumpur di tingkat pemerintah daerah, menyatakan bahwa lumpur Boryeong akan membuat pengunjung tertarik. ”Lumpur dari Korsel itu berbeda. Tapi, untuk mengetahui perbedaannya, Anda harus datang sendiri dan menyentuhnya,” ujarnya kemarin (27/7). Meski menggunakan lumpur Korsel, Cameron menjamin bahwa festival yang berlangsung tiga hari itu kental dengan kultur Selandia Baru. (*)

Editor: Dwi Shintia
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore