
BERHATI MULIA: Stephen Jones.
JawaPos.com - Teror Manchester membuat nama Stephen Jones dan Chris Parker tenar. Mendadak, foto dua gelandangan yang biasa tidur di sekitar Manchester Arena itu menghiasi media cetak dan online. Semua berkat rasa welas asih dan keberanian dua lelaki luar biasa tersebut.
------------------------------
Saat bom meledak di dekat pintu keluar Manchester Arena, Jones sedang tertidur bersama teman-temannya sesama gelandangan. Mereka memang biasa tidur di sekitar stadion berkapasitas 21.000 orang tersebut. Baik saat ada konser maupun tidak. Ledakan bom Senin malam (22/5) itu membuat mereka terjaga. Tapi, saat teman-temannya ikut berlarian panik bersama para penonton konser, Jones justru lari ke arah ledakan.
Melihat anak-anak dan remaja yang ketakutan, Jones merasa iba. Dia langsung mengulurkan tangan untuk menolong para penonton konser yang terluka akibat ledakan. ”Hanya karena saya gelandangan, tidak berarti saya tak punya hati,” kata Jones saat diwawancarai media tentang aksi heroiknya. Senin malam itu, dia mengaku tak sedikit pun merasa menjadi hero atau pahlawan.
”Saya melihat anak-anak dan perempuan. Ada darah di wajah dan badan anak-anak itu. Kalau saya tidak menolong mereka, saya tidak yakin bisa melanjutkan hidup saya karena mengabaikan mereka yang butuh bantuan saya,” papar Jones kepada ITV News. Dia melihat seorang bocah perempuan yang masih sangat kecil berteriak-teriak panik karena seluruh pakaiannya berlumuran darah.
Ibu bocah itu, menurut Jones, juga terlihat sangat ketakutan. Dia ikut-ikutan panik. Tapi, seseorang lantas datang dan melepaskan baju si bocah. ”Kami lega. Itu ternyata bukan darahnya, tapi darah orang lain,” ujarnya. Malam itu, di tengah kepanikan dan kebingungan banyak orang, Jones mencoba tetap tenang dan berfokus menolong para penonton konser yang terluka.
”Saya dan beberapa teman membantu mencabuti kaca, paku, dan serpihan logam dari tubuh para korban yang terluka. Terutama perempuan dan anak-anak. Semalaman itu kami tidak tidur,” kata Jones. Dia mengaku tidak beraksi sendirian. Beberapa teman gelandangan yang semula lari menjauh, menurut dia, berbalik arah dan memutuskan untuk ikut menolong.
Dua ledakan yang membuyarkan kenangan para penggemar Grande terhadap konser yang baru saja mereka tonton itu juga membuat Chris Parker tersentak. Sama seperti Jones, pemuda 33 tahun tersebut juga gelandangan penghuni Manchester Arena. Saat itu, dia tidak sedang tidur. Tetapi, sedang meminta-minta di area foyer alias lobi. Malam itu, banyak orang tua yang menunggu anak-anak mereka di sana.
Begitu ledakan melahirkan kekacauan di Manchester Arena, mata Parker tertuju pada seorang perempuan yang tergeletak di lantai. Spontan, dia berlari ke arah perempuan yang sedang sekarat itu. Dia langsung memeluk perempuan tersebut. Aksi Parker itu tertangkap kamera. Dalam waktu singkat, netizen memperbincangkan kepahlawanan dan keberanian Parker.
”Saya melihat banyak orang berjatuhan di lantai setelah ledakan. Perempuan yang sekarat itu menarik perhatian saya. Juga seorang bocah yang terkulai tak berdaya. Saya langsung menyelimutinya dengan kaus-kaus yang dijual sebagai merchandise di area lobi,” ungkap Parker kepada media. Dia tidak tahu nasib orang-orang yang ditolongnya setelah ambulans datang. Sebab, dia lantas memasrahkan mereka kepada paramedis.
Kisah Parker itu membuat netizen tersentuh. Mereka lantas menggalang dana lewat situs GoFundMe. Tujuannya tentu saja memberikan modal bagi Parker agar dia tidak perlu lagi menjadi gelandangan di Manchester Arena. Bersamaan dengan itu, ibunda Parker yang mengaku sudah lama melacak keberadaan putranya pun mengikuti kisah heroik tersebut. ”Saya ingin menemuinya dan mengajaknya pulang,” katanya.
Sementara itu, kebaikan hati Jones menggugah simpati David Sullivan. Miliarder Inggris yang juga salah satu pemilik West Ham United Football Club tersebut langsung menawarkan bantuan untuk Jones serta pekerjaan. ”Saya ingin bertemu dengannya dan memberinya akomodasi selama enam bulan serta sedikit modal agar dia bisa mandiri,” papar Sullivan saat diwawancarai BBC Radio 5.
Tak lama setelah wawancara itu, Sullivan akhirnya bisa bertemu dengan Jones berkat bantuan media sosial. Dia pun mengakui kekuatan media sosial sebagai sarana mujarab untuk menghubungkan manusia satu dan yang lain. ”Terima kasih kepada semua yang telah membantu. Kalian semua sudah ikut mengubah nasib seseorang,” cuit putra Sullivan lewat akun @DaveSulley pada Rabu (24/5). (BBC/thesun/hep/c6/any)

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
