
PROTES: Dua warga Jerman melakukan aksi demo di Berlin menentang peraturan mengenai homoseksual yang berlaku di Chechnya.
JawaPos.com - Menjadi gay di Chechnya, nyawa adalah taruhannya. Sebab, pemerintah menangkap dan membunuh mereka satu per satu. Penangkapan besar-besaran tersebut dilakukan sejak Desember tahun lalu. Orang tua yang memiliki anak kelainan seksual atau gay diberi dua pilihan. Membunuh anaknya dengan tangan mereka sendiri atau pemerintah yang bakal melakukannya.
Kenyataan mengerikan itu diungkapkan para gay yang berhasil melarikan diri dari negara pecahan Uni Soviet tersebut. ”Kami selalu dianiaya, tapi tidak pernah seperti ini. Kini mereka menangkap semua orang (gay, Red). Mereka membunuh orang-orang dan melakukan apa yang mereka mau,” ujar salah seorang korban yang berhasil melarikan diri kepada France24.
Korban yang tidak mau namanya disebutkan itu mengungkapkan bahwa para pria gay ditangkap dan dikumpulkan dalam sebuah kamp sebelum disiksa. Penyiksaan tersebut dilakukan selama berminggu-minggu sebelum akhirnya keluarga korban dipanggil. Bukan untuk mengambil anaknya, melainkan hanya menjelaskan bahwa putra mereka gay dan memberikan pilihan untuk mencabut nyawa anaknya dengan tangan mereka sendiri atau membiarkan petugas keamanan yang melakukannya.
”Bersihkan kehormatanmu dengan darah,” kata korban menirukan pernyataan polisi terhadap orang tua yang memiliki anak gay. Karena itu, selama beberapa bulan terakhir, puluhan gay melarikan diri dari Chechnya. Di negara tersebut, menjadi gay adalah tabu dan aib bagi keluarga. Orang yang membunuh gay tidak akan pernah dihukum. Keluarga korban justru bakal senang dengan kematian putranya yang dicap sebagai pencoreng kehormatan.
Akhir April lalu, Menteri Negara Urusan Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris Sir Alan Duncan menyatakan, dirinya menerima laporan bahwa pemerintah Chechnya berencana melenyapkan orang-orang gay di negaranya pada awal Ramadan. Yakni, pada 26 Mei mendatang. ”Kelompok HAM melaporkan bahwa pembunuhan dan kampanye anti gay didalangi Kepala Negara Republik Chechnya Ramzan Kadyrov,” ungkap Duncan di hadapan parlemen Inggris.
Beberapa pekan sebelumya, kabar adanya kamp penyiksaan di Chechnya yang berisi lebih dari seratus gay sudah tersebar. Laporan media Rusia dan pernyataan para aktivis HAM juga menyebutkan bahwa setidaknya ada empat orang yang terbunuh di dalam kamp tersebut. Senin (1/5) Rusia menangkap lebih dari sepuluh aktivis LGBT yang berusaha menyadarkan publik tentang kekejian pemerintah Chechnya kepada penduduknya yang gay.
Presiden Rusia Vladimir Putin cukup dekat dengan Kadyrov. Moskow mendukung setiap langkah negara yang mayoritas penduduknya muslim konservatif itu. Pemerintah Chechnya juga menampik tudingan adanya penyiksaan dan pembunuhan tersebut. ”Kalian tidak bisa menahan dan menyiksa orang yang tidak pernah berada di republik ini,” ungkap Juru Bicara Kadyrov. Dia menambahkan bahwa memang terdapat gay di negaranya. Jadi, pemerintah tidak perlu turun tangan. Sebab, keluarga mereka sendiri akan mengirim anaknya yang gay itu keluar dari Chechnya. (Independent/SkyNews/sha/c16/any)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
