Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Mei 2017 | 23.44 WIB

Presiden Tetap Ingin Berkuasa, Masyarakat Membara

MENUNTUT PEMILU: Demostran mengenakan masker untuk menghindari gas air mata yang diluncurkan petugas keamanan di Caracas, Venezuela. - Image

MENUNTUT PEMILU: Demostran mengenakan masker untuk menghindari gas air mata yang diluncurkan petugas keamanan di Caracas, Venezuela.


JawaPos.com - Presiden Venezuela Nicolas Maduro bersikukuh untuk tetap berkuasa. Demo berbulan-bulan untuk menentangnya itu tidak membuat Maduro melepas jabatan. Dia malah mengajukan perubahan konstitusi di negaranya. Menurut dia, perubahan tersebut bisa mengembalikan perdamaian di Venezuela dan mencegah oposisi melakukan kudeta.



”Saya tidak ingin ada perang sipil,” ujar Maduro di hadapan para pendukungnya di Caracas saat perayaan Hari Buruh pada Senin (1/5). Pada waktu yang sama, ribuan massa lain di berbagai kota membara. Mereka yang menentang Maduro tengah bentrok dengan petugas keamanan. Sejak gerakan turun ke jalan menentang Maduro berlangsung awal April lalu, ada 400 orang yang terluka dan ratusan lainnya ditahan.



Maduro menegaskan bahwa konstitusi yang baru itu tidak akan ditulis Majelis Nasional. Maduro bakal membentuk majelis lain yang ditugaskan menulis ulang aturan perundang-undangan di negara tersebut. Dia menjanjikan majelis yang berpihak pada rakyat tidak terdiri atas partai politik.



Dewan Pemilihan Nasional mulai melakukan seleksi siapa saja yang menjadi anggota majelis tersebut sejak kemarin (2/5). Hanya separo di antara 500 anggota Majelis Nasional yang akan dipilih untuk menyusun konstitusi baru. Mayoritas majelis baru itu akan diisi dari kelas pekerja.



Oposisi tentu langsung menentang hal tersebut. Mereka menyatakan bahwa langkah Maduro itu hanya untuk menghindari percepatan pemilu. Yang mereka inginkan bukanlah perubahan konstitusi, melainkan bebas dari Maduro yang telah memimpin Venezuela selama 18 tahun. Mereka langsung menyerukan agar orang-orang yang menentang Maduro turun ke jalan sejak kemarin. Hari ini mereka menggelar aksi massa besar-besaran.



”Orang-orang, turun ke jalan! Kalian harus menentang kegilaan itu!” tulis pemimpin oposisi dari partai Justice First Henrique Capriles di akun Twitter-nya. Hal senada diungkapkan Presiden Majelis Nasional Julio Borges. Menurut dia, Maduro tengah putus asa dan mengajukan langkah yang membuat penduduk Venezuela tidak akan lagi melakukan pemungutan suara secara langsung dan demokratis. (AFP/AlJazeera/sha/c16/any)


Editor: Dwi Shintia
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore