
SELAMAT: Anton Pilipa bersama kakaknya Stefan. Kondisi Anton kali pertama ditemukan (kanan).
JawaPos.com – Keluarga Anton Pilipa sudah memutuskan untuk menganggap anak mereka meninggal dunia. Anton yang mengalami gangguan kesehatan mental menghilang lima tahun lalu pada 2012 di kediaman keluarga di Toronto, Kanada. Mereka melakukan usaha pencarian. Tetapi sia-sia. Anton tidak pernah terlihat lagi.
Tetapi, berita mengejutkan diterima mereka pada Desember. Anton ditemukan. Yang bikin tercengang, dia ditemukan di Amazon, Brasil. Itu berjarak sekitar 10.640 kilometer dari kediaman mereka di Toronto. Polisi Brasil menelepon keluarga Pilipa dan mengatakan kalau mereka sudah menemukan Anton yang sekarang berusia 39 tahun di kota Manus, Brasil.
Kakak Anton, Stefan menyakini adiknya berjalan melintasi pergunungan dan hutan saat dia menghilang. ”Dia bahkan berjalan tanpa sepatu,” kata Stefan seperti dilansir The Sun. Keluarga Pilipa pun sudah berkumpul dengan Anton pada Senin (6/2) setelah Stefan menjemputnya di Brasil.
Polisi Brasil Helenice Vidigal mengisahkan kalau dia mengamankan Anton saat lelaki itu berjalan di jalan utama Kota Manus. Saat diwawancarai, Vidigal merasa ada yang aneh dengan Anton. Mulau aksen Anton sampai latar belakangnya. ”Saya tahu dia tidak seharusnya ada di jalan itu. Anton adalah tipe berbeda dari kebanyakan orang Meksiko. Akhirnya, dia bercerita kalau dia orang Kanada. Dan, kami merasa, kalau dia beneran orang Kanada, maka kami bisa menemukan keluarganya. Ternyata benar,” kata Vidigal.
Setelah melakukan pemeriksaan, Vidigal berhasil melacak keberadaan keluarga Anton dan mereka meneleponnya. ”Berita itu bikin kakaknya Stefan shock,” ulasnya. Setelah itu, Stefan langsung terbang ke Brasil dan membawa pulang Anton.
Anton yang kembali menjalani pengobatan untuk gangguan mentalnya berjalan melewati setidaknya enam negara. Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, Guatemala, Costa Rica, Panama, Colombia, Venezuela, Argentina, dan Brasil. Semua dilakukan tanpa paspor dan uang. Yang dibawanya hanya baju yang menempel di tubuh. Stefan mengatakan, adiknya bercerita kalau dia punya misi dalam perjalanannya. ”Menuju Perpustakaan Nasional di Buenos Aires, Argentina,” terang Stefan dikutip dari Daily Mail.
Misi itu tercapai. Anton sampai ke Perpustakaan Nasional Argentina di Buenos Aires. Tetapi, dia tidak bisa masuk karena tidak punya identitas. Jadi, Anton jalan kembali sampai ditemukan di Brasil.
Dikisahkan Anton, dia bertahan hidup dengan makan buah dan berri, mencari makanan dan pakaian ganti di tempat sampah, serta mengandalkan bantuan orang.
Dia juga pernah kerampokan dan menghadapi hutan rimba. Di dalam tengah Hutan Amazon lah jari-jari kuku Anton pada lepas. ”Tetapi saya tidak penah merasa kesepian. Saya banyak berpikir dan tidur di alam terbuka. Itu adalah hidup yang sederhana. Kita tidak butuh apa pun,” kata Anton. (*/tia)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
