
Barack Obama saat berpidato di Chicago, Illinoi, Selasa (10/1).
JawaPos.com – Presiden Barrack Obama akhirnya berpamitan kepada seluruh warga Amerika Serikat (AS) menjelang pelantikan Presiden AS terpilih Donald Trump pada 20 Januari nanti. Obama berbicara kepada rakyatnya di Chicago, pada Selasa (10/1) malam waktu AS.
Dalam pidato perpisahan kepada rakyatnya, Obama menegaskan kembali keyakinannya pada kemampuan orang Amerika untuk membawa perubahan positif di negaranya dan mampu mengatasi isu ras, ketimpangan dan suasana politik yang tergerus. Obama menekankan kembali terhadap banyak hal soal isu rasisme dan ancaman terhadap demokrasi.
"Di sinilah saya belajar bahwa perubahan hanya terjadi ketika orang-orang biasa terlibat, dan mereka bekerjasama, dan mereka datang bersama-sama mewujudkan hal itu," kata Presiden Obama dalam pidatonya dilansir ABC News.
"Setelah delapan tahun sebagai Presiden, saya masih percaya bahwa rakyat AS pasti bisa. Itu bukan hanya keyakinan saya. Ini detak jantung warga Amerika," kata Obama. "Ini adalah keyakinan bahwa kita semua diciptakan sama, diberkahi oleh dengan hak asasi tertentu, di antaranya hak hidup, hak kebebasan, dan hak mengejar kebahagiaan. Rakyat, melalui instrumen demokrasi kita, dapat membentuk kesatuan yang lebih sempurna,” tegas Obama.
Obama mengkritik elemen masyarakat yang mengancam demokrasi Amerika, termasuk ketimpangan pendapatan, hubungan ras, dan keengganan untuk berkompromi pada ide-ide politik. Meski demikian, Obama mengakui ada kemajuan pada penanganan masalah ras selama satu dekade terakhir. "Ras tetap menjadi kekuatan ampuh namun sering menjadi isu yang memecah belah dalam masyarakat kita,” jelasnya.
“Jika kita serius menangani masalah ras ke depan, kita harus menjunjung tinggi hukum terhadap diskriminasi dalam masalah pekerjaan, perumahan, pendidikan dan sistem peradilan pidana. Sesuai konstitusi tertinggi. Tapi hukum saja tidak akan cukup. Hati harus berubah,” kata Obama.
Obama menjelaskan ketika kelompok minoritas menyuarakan ketidakpuasan, mereka tidak hanya terlibat dalam rasisme atau meminta kebenaran politik, Mereka mengobarkan protes damai untuk mendapatkan perlakuan yang sama.
Dia juga memperingatkan bahwa ketimpangan mencolok akan merusak ide-ide demokrasi kita. Obama juga mengucapkan banyak terima kasih kepada rakyat AS. Obama mengatakan pidato terakhirnya menjadi kesempatan untuk mengucapkan terima kasih untuk perjalanan luar biasa. “Dan untuk menawarkan beberapa pemikiran tentang kita, terima kasih,” tutupnya. (ABC/cr1/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
