
Anak Daoud Nabi, Omar, saat tunjukkan foto ayahnya yang tewas akibat diberondong senjata oleh teroris di Selandia Baru.
JawaPos.com - Daoud Nabi tidak pernah mengira sambutannya yang ramah di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru dibalas dengan berondongan tembakan oleh Brenton Tarrant. Tembakan itu merenggut nyawa pria yang sudah 40 tahun hidup di kota tersebut.
Pada saat kejadian biadab yang dilakukan Brenton Tarrant itu, Daoud Nabi tengah berada di pintu masjid. Dari video yang beredar, Daoud dia menyapa si teroris dengan ramah. "Hello, Brother". Beberapa detik kemudian, peluru memberondongnya.
Sapaannya yang ramah terhadap teroris tersebut kemudian menjadi pembicaraan warganet seluruh dunia. Tak sedikit pula yang terharu atas kejadian tersebut.
Daoud Nabi merupakan korban pertama yang berhasil teridentifikasi atas insiden mencekam pada Jumat (15/3) itu. Dia merupakan satu dari 50 korban tewas yang dipastikan oleh polisi Selandia Baru.
Dari video yang beredar di media sosial (medsos), warganet di seluruh dunia meyakini Daoud Nabi mengetahui bahwa Brenton Tarrant membawa senjata dan mengarahkan senjatanya kepada dirinya. Namun, dia memberanikan diri untuk menjadi 'tameng' melindungi jamaah yang berada di dalam masjid. Apalagi teroris melangkah masuk menuju ke dalam masjid.
"Daoud Nabi, 71, adalah yang pertama dari 49 korban #ChristChurch yang diidentifikasi. Dia berdiri di pintu, siap untuk berdoa, dan menyambut teroris dengan kata-kata 'Hello, brother', dan itu adalah kata-kata terakhirnya. Sang kakek meninggal saat mencoba menyelamatkan orang lain dari peluru," kata salah seorang pengguna Twitter.
Nabi lahir di Afghanistan, lalu pindah ke Selandia Baru pada 1980-an untuk melarikan diri dari invasi Uni Soviet. Miris, hampir 40 tahun kemudian, ia ditembak dan dibunuh di Masjid Al Noor di Christchurch.
Nabi dikenal sangat baik terhadap imigran yang membutuhkan pertolongan. Lelaki pencinta mobil vintage itu juga merupakan presiden dari asosiasi lokal Afghanistan di Selandia Baru.
"Apakah Anda berasal dari Palestina, Irak, Syria - ia adalah orang pertama yang mengulurkan tangannya kepada Anda," kata anaknya Omar saat diwawancarai oleh NBC News.
Nabi menghabiskan hidupnya dengan mencoba membantu para pengungsi memulai kehidupan baru. Memastikan mereka diberi makan dan dilindungi. "Dia dulu membuat mereka (para imigran) betah," lanjut Omar, 43, kepada Al Jazeera via telepon dari Christchurch.
Bersama korban lainnya, pemakaman Nabi telah dilaksanakan pada Sabtu (16/3). "Ayah saya tinggal seumur hidupnya di negara ini (Selandia Baru) dan akan dimakamkan di sini," kata Omar.
Nabi meninggalkan empat putra, satu putri, dan sembilan cucu yang sangat ia cintai. "Cucu-cucunya sangat merindukannya dan beberapa dari mereka bahkan tidak tahu bahwa dia tidak lagi bersama kita."
Omar mengatakan dua hari sebelum kejadian, Nabi berbicara tentang pentingnya persatuan.
"Ayah saya mengatakan betapa pentingnya menyebarkan cinta dan persatuan di antara satu sama lain dan melindungi setiap anggota masyarakat tempat kita tinggal," kata Omar.
Ayahnya juga berbicara tentang akhir hidupnya sendiri dalam pembicaraan yang sekarang terngiang di benak Omar. "Dia mengatakan tempat terbaik untuk meninggal adalah selama salat Jumat di sebuah masjid."
Brenton Tarrant telah ditangkap dan diadili di pengadilan Selandia Baru atas aksi teror di masjid di Christchurch. Dia akan didakwa melakukan pembunuhan yang ancaman hukumannya penjara seumur hidup.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
