JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kisah Daoud Nabi yang Korbankan Nyawanya Demi Selamatkan Jamaah Lain

Sapaan Hello Brother Dibalas Tembakan Sadis

17 Maret 2019, 14:21:18 WIB
Kisah Daoud Nabi yang Korbankan Nyawanya Demi Selamatkan Jamaah Lain
Anak Daoud Nabi, Omar, saat tunjukkan foto ayahnya yang tewas akibat diberondong senjata oleh teroris di Selandia Baru. (Al Jazeera)
Share this

JawaPos.com - Daoud Nabi tidak pernah mengira sambutannya yang ramah di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru dibalas dengan berondongan tembakan oleh Brenton Tarrant. Tembakan itu merenggut nyawa pria yang sudah 40 tahun hidup di kota tersebut.

Pada saat kejadian biadab yang dilakukan Brenton Tarrant itu, Daoud Nabi tengah berada di pintu masjid. Dari video yang beredar, Daoud dia menyapa si teroris dengan ramah. "Hello, Brother". Beberapa detik kemudian, peluru memberondongnya.

Sapaannya yang ramah terhadap teroris tersebut kemudian menjadi pembicaraan warganet seluruh dunia. Tak sedikit pula yang terharu atas kejadian tersebut.

Kisah Daoud Nabi yang Korbankan Nyawanya Demi Selamatkan Jamaah Lain
Daoud Nabi, 71, seorang imigran dari Afghanistan. Selamatkan diri ke Selandia Baru, lalu tewas akibat serangan teroris. (Facebook via The Guardian)

Daoud Nabi merupakan korban pertama yang berhasil teridentifikasi atas insiden mencekam pada Jumat (15/3) itu. Dia merupakan satu dari 50 korban tewas yang dipastikan oleh polisi Selandia Baru.

Dari video yang beredar di media sosial (medsos), warganet di seluruh dunia meyakini Daoud Nabi mengetahui bahwa Brenton Tarrant membawa senjata dan mengarahkan senjatanya kepada dirinya. Namun, dia memberanikan diri untuk menjadi 'tameng' melindungi jamaah yang berada di dalam masjid. Apalagi teroris melangkah masuk menuju ke dalam masjid.

"Daoud Nabi, 71, adalah yang pertama dari 49 korban #ChristChurch yang diidentifikasi. Dia berdiri di pintu, siap untuk berdoa, dan menyambut teroris dengan kata-kata 'Hello, brother', dan itu adalah kata-kata terakhirnya. Sang kakek meninggal saat mencoba menyelamatkan orang lain dari peluru," kata salah seorang pengguna Twitter.

Nabi lahir di Afghanistan, lalu pindah ke Selandia Baru pada 1980-an untuk melarikan diri dari invasi Uni Soviet. Miris, hampir 40 tahun kemudian, ia ditembak dan dibunuh di Masjid Al Noor di Christchurch.

Nabi dikenal sangat baik terhadap imigran yang membutuhkan pertolongan. Lelaki pencinta mobil vintage itu juga merupakan presiden dari asosiasi lokal Afghanistan di Selandia Baru.

"Apakah Anda berasal dari Palestina, Irak, Syria - ia adalah orang pertama yang mengulurkan tangannya kepada Anda," kata anaknya Omar saat diwawancarai oleh NBC News.

Nabi menghabiskan hidupnya dengan mencoba membantu para pengungsi memulai kehidupan baru. Memastikan mereka diberi makan dan dilindungi. "Dia dulu membuat mereka (para imigran) betah," lanjut Omar, 43, kepada Al Jazeera via telepon dari Christchurch.

Bersama korban lainnya, pemakaman Nabi telah dilaksanakan pada Sabtu (16/3). "Ayah saya tinggal seumur hidupnya di negara ini (Selandia Baru) dan akan dimakamkan di sini," kata Omar.

Nabi meninggalkan empat putra, satu putri, dan sembilan cucu yang sangat ia cintai. "Cucu-cucunya sangat merindukannya dan beberapa dari mereka bahkan tidak tahu bahwa dia tidak lagi bersama kita."

Omar mengatakan dua hari sebelum kejadian, Nabi berbicara tentang pentingnya persatuan.

"Ayah saya mengatakan betapa pentingnya menyebarkan cinta dan persatuan di antara satu sama lain dan melindungi setiap anggota masyarakat tempat kita tinggal," kata Omar.

Ayahnya juga berbicara tentang akhir hidupnya sendiri dalam pembicaraan yang sekarang terngiang di benak Omar. "Dia mengatakan tempat terbaik untuk meninggal adalah selama salat Jumat di sebuah masjid."

Brenton Tarrant telah ditangkap dan diadili di pengadilan Selandia Baru atas aksi teror di masjid di Christchurch. Dia akan didakwa melakukan pembunuhan yang ancaman hukumannya penjara seumur hidup.

Editor           : Ilham Safutra
Reporter      : Verryana Novita Ningrum
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Alur Cerita Berita

Christchurch, Toleransi, dan Wisata Halal 17 Maret 2019, 14:21:18 WIB
Teroris di Selandia Baru Pendukung Trump 17 Maret 2019, 14:21:18 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini