alexametrics

Klaster Sekolah di Singapura Meluas, Siswa Positif Covid-19 Dirumahkan

14 Juli 2020, 05:35:32 WIB

JawaPos.com – Sejak sekolah di Singapura mulai dibuka kembali pada 30 Juni, para siswa justru terinfeksi Covid-19. Salah satu pasien virus Korona yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan (Depkes) pada Jumat (10/7) malam adalah siswa sekolah menengah (Secondary 1) Jurong West Secondary School. Siswa itu merupakan hasil tracing terkait dengan kasus yang sebelumnya dikonfirmasi oleh pihak sekolah.

Kementerian Pendidikan (MOE) mengatakan pada Sabtu (11/7) malam bahwa siswa tersebut adalah seorang anak perempuan berusia 13 tahun. Dia tertular terkait dengan siswa Secondary 1 lainnya. Siswa itu adalah seorang anak laki-laki berusia 13 tahun yang diumumkan oleh Departemen Kesehatan pada pekan lalu yang terinfeksi Coronavirus. Kedua siswa adalah warga negara Singapura.

Baca juga: Muncul Klaster Covid-19 di Sekolah Singapura, Siswa Tertular dari WNI

“Remaja perempuan itu terakhir bersekolah pada 3 Juli dan baik-baik saja, saat itu dia belum menunjukkan gejala apapun,” kata Kementerian Pendidikan Singapura seperti dilansir dari Straits Times, Senin (13/7).

Siswa tersebut kini sudah diminta untuk tak bersekolah dahulu. Selain itu wajib menjalani karantina di rumah.

Sekitar 70 siswa dan staf yang kontak dekat dengan mereka juga diuji. Sekolah tersebut kini telah dibersihkan dan didisinfeksi beberapa kali sejak akhir pekan lalu. Meluasnya kasus terbaru dari sekolah membuat Depkes Singapura mengeluarkan perintah karantina rumah kepada 6 siswa dan 4 anggota staf pengajar lainnya.

Pihak sekolah telah meminta semua siswa sekolah menengah tersebut kembali pada metode pembelajaran berbasis rumah sambil menunggu hasil investigasi Depkes. Sebagai tindakan pencegahan tambahan, periode pembelajaran berbasis rumah untuk siswa Secondary 1 akan diperpanjang hingga minggu depan sebelum dimulainya liburan tengah semester selama satu minggu.

“Semua jenjang pendidikan lainnya tetap melanjutkan kelas di sekolah seperti biasa,” kata Kementerian Pendidikan.

Terakhir, pada Sabtu (11/7), ada siswa lain yang tertular. Salah satunya anak berusia 9 tahun yang pergi ke Madrasah Wak Tanjong Al-Islamiah. Anak itu diduga tertular dari seorang lelaki berusia 40 tahun yang telah dinyatakan positif Covid-19. Keduanya merupakan warga Singapura. Singapura sendiri mencatat kenaikan kasus setelah pembatasan kembali dibuka.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads