Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 April 2020 | 19.38 WIB

Saudi Perpanjang Jam Malam, Bagaimana Penyelenggaraan Haji?

Ilustrasi. Arab Saudi konfirmasi satu pasien positif virus korona. (Anadolu) - Image

Ilustrasi. Arab Saudi konfirmasi satu pasien positif virus korona. (Anadolu)

JawaPos.com - Arab Saudi memperpanjang jam malam untuk menekan penularan Covid-19. Semula, jam malam berakhir pada 11 April. Kini pemberlakuannya diperpanjang sampai waktu yang belum ditetapkan. Hal itu sekaligus membuat penyelenggaraan haji tahun ini kian belum jelas.

Kabar perpanjangan penerapan jam malam itu disampaikan oleh Pelaksana Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Riyadh Djoko Sulastomo. Dia mengatakan, sampai kemarin belum ada keputusan dari Saudi kapan jam malam itu bakal berakhir. ”Yang jelas (jam malam, Red) bertambah sampai pemberitahuan lebih lanjut,” tuturnya kemarin (12/4).

Djoko menambahkan, pemberlakuan jam malam dibagi menjadi dua. Kelompok pertama adalah pemberlakuan jam malam penuh selama 24 jam. Itu diterapkan di Kota Riyadh, Makkah, Madinah, Tabuk, Dammam, Dhahran, dan Hofuf. Kemudian di Jeddah, Taif, Qatif, dan Khobar.

Kelompok berikutnya, jam malam mulai pukul 15.00 sampai 06.00 waktu setempat. Kelompok itu diterapkan di kota-kota selain yang disebutkan sebelumnya. Perkembangan hingga 11 April, ada tujuh WNI yang positif Covid-19. Perinciannya, tiga orang di Makkah, dua orang di Riyadh, serta masing-masing satu orang di Najran dan Madinah.

Total kasus Covid-19 di Saudi sampai 11 April sebanyak 4.033 atau bertambah 382 kasus baru dari hari sebelumnya. Total yang meninggal 52 orang. Sementara itu, yang sembuh mencapai 720 orang. Sampai saat ini Arab Saudi belum memutuskan apakah haji tahun ini tetap diselenggarakan atau ditunda.

Sementara itu, meskipun belum ada kepastian penyelenggaraan haji 2020, pemerintah Indonesia terus membuka pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Data sampai 9 April lalu, pelunasan biaya haji untuk haji khusus maupun reguler mencapai 70 persen.

”Sampai 9 April, sebanyak 142.883 jamaah atau 70,27 persen sudah melunasi biaya haji reguler,” kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhadjirin Yani. Dari jumlah tersebut, 580 orang kategori lansia.

Meskipun ada permintaan supaya pelunasan biaya haji dilakukan secara non-teller atau online, tetap saja banyak calon jamaah yang membayar ke bank. Catatan Kemenag, 122.967 calon jamaah melunasi biaya haji di teller. Sedangkan yang melunasi secara non-teller atau online hanya 19.916 orang. Muhadjirin mengingatkan, pelunasan tahap pertama dibuka sampai 30 April. ”Jika masih ada sisa kuota, dibuka pelunasan tahap kedua 12-20 Mei,” tuturnya.

Sementara itu, jumlah jamaah haji khusus yang sudah melunasi ongkos haji mencapai 12.539 orang atau 76,90 persen. Kuota haji tahun ini sebanyak 221 ribu jamaah. Terdiri atas 203.320 jamaah haji reguler dan 17.680 jamaah haji khusus. Kemenag menetapkan 1 persen dari kuota haji reguler atau 2.040 kursi dikhususkan untuk jamaah lansia.

Bansos untuk Semua Agama

Sementara itu, Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan bahwa Baznas telah menerbitkan surat tentang distribusi zakat kepada orang yang terdampak bencana alam dan bencana sosial. ”Korban berhak mendapatkan bantuan tanpa melihat latar belakang agama,” kata Kamaruddin kemarin (12/4). Mantan Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag itu menegaskan, pendistribusian bansos tidak boleh diskriminatif. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masuk kategori bencana non alam seperti saat ini.

Direktur Baznas M. Arifin Purwakananta menegaskan, pendistribusian dan pendayagunaan zakat di lingkungan Baznas pusat maupun daerah meliputi orang beragama Islam dan non Islam. ”Dalam kemanusiaan banyak sekali yang harus ditolong,” tuturnya.

Arifin mengimbau kepada seluruh jajaran Baznas di pusat maupun di daerah, termasuk kepada Lembaga amil zakat (LAZ), agar mendistribusikan bansos kepada orang muslim maupun non muslim. Khususnya yang sangat membutuhkan bantuan dalam kondisi pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, saat ini Baznas telah menjalankan sejumlah program untuk membantu penanganan dampak ekonomi Covid-19. Misalnya, pendistribusian APD serta logistik lain untuk tenaga medis di beberapa RS rujukan pasien Covid-19.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore