Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Mei 2021 | 13.16 WIB

Darurat Covid-19, Distribusi Vaksin Sinovac di Malaysia Terhambat

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pakar kesehatan Malaysia dan pihak oposisi telah menyerukan percepatan vaksinasi Covid-19 seiring lonjakan kasus yang membuat situasi mengkhawatirkan. Kasus Covid-19 di Malaysia baru-baru ini melonjak lagi dan membuat rumah sakit kelebihan kapasitas pasien.

"Untuk mengurangi jumlah kasus harian Covid-19, pemerintah harus memastikan program pengendalian dan pencegahan Covid-19 berlangsung secara efektif," kata seorang ahli epidemiologi medis dan ahli biostatistik yang merupakan profesor madya di Universiti Sains Malaysia dr. Kamarul Imran Musa.

"Ini termasuk memaksimalkan vaksinasi secepat mungkin," katanya kepada The Straits Times.

Baca juga: Dipuji Manjur Lawan Covid-19, Eropa Mulai Lirik Vaksin Sinovac

Hampir 10 juta orang telah mendaftar untuk vaksin Covid-19 di Malaysia, dengan lebih dari 1 juta, atau 10,6 persen telah menerima salah satu atau kedua dosis vaksin. Ini berarti hanya sekitar 3 persen dari populasi yang telah divaksinasi dalam dua setengah bulan.

"Masih panjang jalan untuk mencapai cakupan 80 persen, atau kekebalan kawanan," kata dr. Kamarul.

Malaysia ditargetkan akan mencapainya pada Desember 2021. Sehingga semua orang bisa lebih aman dari Covid-19.

Distribusi Sinovac Tertunda

Anggota Dewan Oposisi Partai Aksi Demokratik (DAP) Rajiv Rishyakaran telah menyuarakan keprihatinan karena pendistribusian vaksin Sinovac yang tertunda. Perusahaan farmasi Malaysia Pharmaniaga mengumumkan pada Januari bahwa mereka telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan Tiongkok Sinovac Biotech untuk mengemas dan mendistribusikan 14 juta dosis vaksin Covid-19.

Baca juga: Ahli Australia Puji Sinovac Manjur Cegah Infeksi Covid-19 yang Berat

Malaysia menerima 200 liter vaksin pada 27 Februari, cukup untuk 300 ribu dosis. Dua pengiriman lagi 100 ribu dosis vaksin Sinovac tiba pada 15 Maret dan 22 Maret. Namun pihak distributor mengumumkan distribusi terhambat.

"Jika Pharmaniaga tidak dapat melakukan pembotolan dan distribusi, pemerintah perlu segera mengatasi kekurangan besar ini," tulis Rishyakaran di Facebook pada bulan lalu.

Baca juga: WHO Akhirnya Berikan Izin untuk Vaksin Sinopharm, Sinovac Menunggu

"Tampaknya sangat lambat untuk mendapatkan fasilitas distribusi vaksin," imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DAP Lim Guan Eng juga menyampaikan kekhawatirannya. Tingkat vaksinasi terus melambat dan pemulihan ekonomi terhenti.

"Pada kecepatan saat ini, analis memperkirakan bahwa dibutuhkan tiga tahun lagi untuk memberikan setidaknya satu dosis kepada 80 persen dari populasi," katanya dalam sebuah pernyataan, Sabtu (9/5).

Mr Khairy mengatakan pekan lalu bahwa mungkin ada penundaan program karena vaksin terlambat tiba. Dia mengklaim bahwa perusahaan farmasi memprioritaskan negara-negara yang lebih kaya.

"Jadi ini seperti adegan dari Titanic di mana orang-orang dari kelas bawah menunggu sekoci dan orang-orang dari kabin atas sudah naik ke dalamnya," katanya.

Namun, Menteri Kesehatan Adham Baba mengatakan peluncuran itu sesuai rencana. “Kami akan menerima 3,52 juta dosis vaksin dari tiga pemasok bulan ini saja dan jumlahnya akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Kami yakin bahwa kami benar-benar dapat melaksanakan program vaksinasi lebih cepat,” kata Dr Adham.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore