alexametrics

Pria Inggris Dijuluki Penyebar Super Virus Korona, Tulari 11 Orang

11 Februari 2020, 18:05:46 WIB

JawaPos.com – Seorang pria paruh baya di Brighton, Inggris, diduga menjadi inang atau penular virus Korona yang super produktif. Bahkan, dia mendapat julukan penyebar super virus Korona. Bayangkan saja, dia menulari 11 orang lainnya secara langsung virus mematikan asal Wuhan, Tiongkok tersebut.

Dilansir dari Mirror, Selasa (11/2), pria paruh baya yang belum diketahui identitasnya itu menjadi penyebar super virus Korona yang menginfeksi 11 orang di Pegunungan Alpen. Saat itu dia menjadi pemimpin acara perkemahan.

Latar belakang pria itu adalah seorang pengusaha dan sudah menikah. Dia terinfeksi virus Korona selama mengikuti konferensi di Singapura bulan lalu sebelum menuju pegunungan Alpen.

Dari 11 orang yang ditularinya, ada dua dokter. Sementara, lima di antaranya adalah warga Inggris. Semua berkumpul bersama saat liburan di Alpen. Pusat Medis di Brighton langsung mengisolasi pasien pada Senin (10/2). Penularan itu membuat jumlah kasus virus Korona di Inggris naik menjadi delapan kasus (dua kali lipat hanya selama 24 jam).

Sejumlah pasien sudah ditempatkan dalam ruang isolasi, sementara yang lain di Spanyol dan lima lainnya berada di bangsal khusus di London.

Seorang sumber yang mengetahui pria paruh baya itu mengatakan kepada The Sun bahwa dia memang menghadiri konferensi di Singapura. “Setelah acara selesai, dia pergi ke Chalet di Prancis melalui Jenewa, yang berjarak satu jam, dan dia tinggal di sana selama seminggu,” beber sumber tersebut.

Setelah menghabiskan lima hari di Chalet, dia melakukan penerbangan Easyjet ke Gatwick dan kembali ke Brighton. Diduga ada banyak orang lain yang melakukan kontak fisik dengan dia terjangkiti virus Korona. Sementara itu, Profesor Paul Hunter dari Universitas East Anglia, mengatakan kerahasiaan pasien penting dijaga. Akan tetapi masyarakat perlu mengetahui lebih banyak informasi tentang siapa-siapa yang terinfeksi.

“Akan sangat membantu untuk mengetahui apakah sosok-sosok yang melakukan kontak langsung, baik di taksi, bus, atau supermarket diberitahu terkait risikonya,” sebut Paul Hunter.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads