
Photo
JawaPos.com - Prediksi bahwa virus korona lebih berbahaya daripada SARS (severe acute respiratory syndrome) terbukti. Dari sisi jumlah korban, virus korona telah mengalahkan SARS. Hingga kemarin (9/2), korban akibat terpapar 2019-novel coronavirus mencapai 813 jiwa.
Jumlah itu lebih banyak daripada korban meninggal karena SARS sebanyak 774 jiwa.
Pemerintah Tiongkok melaporkan 89 kematian terbaru. Kebanyakan berasal dari Hubei, provinsi pusat persebaran virus. Dari total kematian akibat virus korona, hanya dua yang terjadi di luar Tiongkok. Yaitu, kasus warga Tiongkok di Filipina dan pasien berusia 39 tahun di Hongkong.
Saat ini total pasien yang terjangkit 2019-nCoV mencapai 37 ribu. Jauh melebihi pasien SARS sebanyak 8 ribu jiwa. Kabar baiknya, World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa persebaran virus korona mulai stabil dalam empat hari terakhir.
Sejak awal tahun, angka kasus baru mencapai 3.900 per hari. Namun, angka tersebut terus menurun dalam beberapa hari terakhir. Minggu lalu laporan pasien baru tercatat 2.600 kasus. ’’Ini merupakan cerminan dari upaya penekanan persebaran virus. Namun, banyak yang belum dites,’’ ungkap Mike Ryan, direktur eksekutif program darurat WHO, kepada Agence France-Presse.
Persebaran virus bisa kembali parah dalam beberapa hari ke depan. Sebab, pekerja dan siswa mulai masuk setelah libur panjang Imlek. Bahkan, libur sempat diperpanjang. Pekerja di 20 provinsi dijadwalkan kembali beraktivitas hari ini (10/2). Hanya Pemerintah Provinsi Hubei yang memperpanjang libur hingga Jumat (14/2). ’’Kami tak mungkin lagi menutup semuanya,’’ ujar Wang Bin, pejabat Kementerian Perdagangan Tiongkok, kepada South China Morning Post.
Para ahli sudah memprediksi bahwa puncak persebaran virus terjadi pertengahan hingga akhir Februari. Ian Lipkin, pakar epidemiologi, menyatakan, kenaikan suhu bakal menjadi faktor yang paling menentukan untuk menekan penularan virus. ’’Jika musim semi datang lebih cepat, saya kira persebaran virus berkurang banyak,’’ ujar pria yang terlibat dalam penanggulangan SARS itu.
Pemerintah Tiongkok juga terus berusaha mencegah kesalahpahaman di level masyarakat. Petinggi Chinese Centre for Disease Control and Prevention Feng Luzhao kembali menegaskan bahwa virus Wuhan tak akan menyebar melalui udara. ’’Seperti diketahui, cara penularan adalah melalui cairan atau kontak tubuh. Tidak ada bukti bahwa virus korona menular via udara,’’ tandas Feng.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
