Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Januari 2020 | 19.01 WIB

Melihat Perselisihan yang Dialami Pangeran Harry Sebelum Mundur

Pangeran Harry dan Meghan Markle. (Instagram Sussex royal) - Image

Pangeran Harry dan Meghan Markle. (Instagram Sussex royal)

JawaPos.com - Pangeran Harry dan Meghan Markle menyatakan keputusan yang mengejutkan. Pangeran Harry dan Meghan mengungkapkan mundur dari Kerajaan Inggris karena ingin kehidupan mandiri secara finansial. Pengumuman itu hanya beberapa pekan setelah mereka memutuskan untuk berlibur di Kanada, bersama ibunda Meghan Markle.

Meski alasan keduanya menanggalkan peran kerajaan karena ingin lebih mandiri, sebelumnya pasangan Harry dan Meghan memang menghadapi serangkaian persoalan rumit dengan media lokal di Inggris. Pangeran Harry merasa media terlalu kejam terhadap kehidupan pribadi Meghan.

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis (9/1), Oktober 2019, Meghan memulai proses hukum terhadap surat kabar lokal atas penerbitan surat pribadinya tanpa izin. Pangeran Harry menggambarkan perlakuan terhadap istrinya sebagai 'penindasan'.

Bahkan insiden itu disamakan dengan peristiwa kematian ibunya, Putri Diana yang menderita sebelum kematiannya dalam kecelakaan mobil Paris pada tahun 1997 ketika limusinnya tertabrak saat melarikan diri dari kejaran paparazzi. Pada saat yang sama, Harry melancarkan serangan emosional pada pers tabloid Inggris untuk apa yang disebutnya 'kampanye kejam' terhadap istrinya.

Bukan pada 2019 saja mereka merasa kecewa pada pemberitaan. Tapi pada 2016, sebelum mereka menikah, Harry mengeluarkan pernyataan yang mengkritik media karena mengganggu kehidupan pribadi Meghan. Dia mengatakan bahwa pers telah menjadikan kehidupan Meghan seperti 'gelombang pelecehan'.

Namun, keputusan The Sussexes untuk mundur dari peran utama dalam keluarga kerajaan berarti mereka akan tidak lagi berpartisipasi pada kegiatan kerajaan.

Selain perselisihan dengan media, Pangeran Harry juga mengakui pada bulan Oktober sempat berselisih dengan kakaknya, Pangeran William. Suami dari Kate Middleton diketahui berada di urutan kedua setelah takhta. Sedangkan Pangeran Harry di urutan keenam.

"Kamu tentu saja berada di jalur yang berbeda saat ini, tetapi saya akan selalu ada untuknya karena saya tahu dia (William) akan selalu ada untukku," kata Harry saat itu.

Terkait keuangan, Harry dan William menerima lebih dari lima juta pound dari ayah mereka, Pangeran Charles, tahun lalu. Belum jelas bagaimana Harry dan Meghan akan bisa hidup mandiri secara finansial. Namun, tahun lalu dilaporkan bahwa Harry akan menjadi produser eksekutif sebuah film dokumenter tentang kesehatan mental dengan Oprah Winfrey, untuk layanan streaming video Apple.

Archie tanpa Gelar

Sejak lahir pun, Archie tidak mendapat gelar kerajaan. Itu karena keputusan pasangan orang tuanya memilih untuk tidak memberinya gelar saat itu.

Anak-anak bangsawan diizinkan untuk menggunakan salah satu dari gelar ayah mereka yang lebih rendah. Tapi mengapa keputusannya tidak?

Dalam laman Vogue, pertama kali dilaporkan oleh Times of London bahwa Duke dan Duchess of Sussex mempertimbangkan untuk tidak memberikan gelar resmi kepada anak mereka, dengan harapan akan memberi Archie kehidupan yang relatif normal. Normal artinya sama atau sejajar dengan anak-anak sebaya kelak.

Nampaknya Meghan dan Harry memang ingin hidup lebih sederhana dari segala kemewahan dan kehormatan. Menurut mereka tanpa gelar akan membuat anak mereka keluar dari pusat perhatian publik.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore