Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Desember 2019 | 02.35 WIB

Empat Pemerkosa Ditembak Mati, Warga Puji Polisi

Demonstrators hold placards to protest against the alleged rape and murder of a 27-year-old veterinary doctor in Hyderabad, during a demonstration in New Delhi on December 6, 2019. - Indian police on December 6 shot dead four detained gang-rape and murder - Image

Demonstrators hold placards to protest against the alleged rape and murder of a 27-year-old veterinary doctor in Hyderabad, during a demonstration in New Delhi on December 6, 2019. - Indian police on December 6 shot dead four detained gang-rape and murder

JawaPos.com – Ratusan orang menyalakan kembang api di Cyberabad, Hyderabad, Telangana, India, Jumat (6/12). Para perempuan membagikan manisan dan sebagian lainnya terus meneriakkan puji-pujian kepada polisi sembari menaburkan bunga. Sukacita memenuhi kota yang menjadi pusat industri teknologi tersebut. Penyebabnya satu. Polisi menembak mati pelaku pemerkosaan dan pembunuhan dokter hewan yang masih berusia 27 tahun.

”Saya senang keempat tersangka dibunuh dalam baku tembak. Insiden ini akan menjadi contoh,” tegas saudari korban.

Empat tersangka itu sejatinya berada di tahanan polisi sembari menunggu penyelidikan. Kemarin pagi mereka dibawa ke tempat kejadian perkara untuk mencari barang milik korban. Entah disengaja atau tidak, para tersangka itu tidak diborgol. Saat itulah insiden perebutan senjata dan penembakan tersebut terjadi.

”Mereka terbunuh dalam baku tembak. Mereka mencoba mencuri senjata dari penjaga, tapi lantas ditembak mati,” ujar Wakil Komisioner Polisi Prakash Reddy kepada Agence France-Presse.

Pemerkosaan kepada dokter hewan itu terjadi 27 November lalu. Tersangka tidak hanya memerkosa korban ramai-ramai, tapi juga membunuh dan membakarnya di bawah jembatan yang jarang digunakan. Beberapa saat sebelum kejadian, korban menelepon kakaknya dan menyatakan takut dengan para lelaki di hadapannya. Sang kakak melapor polisi, tapi tak dihiraukan.

Tak semua senang dengan kematian para pelaku. Aktivis HAM menyatakan bahwa polisi India kerap membunuh tanpa peradilan untuk memangkas proses hukum dan menghentikan kemarahan publik.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore