JawaPos Radar

Malaysia Ajak Rakyatnya Urunan Dana Buat Bayar Utang Negara

07/09/2018, 12:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
malaysia,
Malaysia menggunakan cara yang tak lazim untuk melunasi hutang negara mereka. Masyarakat dilibatkan untuk urunan uang tunai untuk membantu pemerintahan dibawah Perdana Menteri Mahathir Mohamad membayar hutang negara yang jumlahnya sangat besar (DNA India)
Share this

JawaPos.com - Malaysia menggunakan cara yang tak lazim untuk melunasi utang negara mereka. Masyarakat dilibatkan untuk urunan uang tunai untuk membantu pemerintahan di bawah Perdana Menteri Mahathir Mohamad guna membayar utang negara yang jumlahnya sangat besar.

Mahathir menjadikan ini sebagai prioritas untuk memangkas utang Malaysia. Utang Malaysia diperkirakan ada RM 1 triliun atau sekitar Rp 3.500 triliun, atau 80 persen dari output ekonomi, setelah memperhitungkan jaminan pemerintah dan pembayaran lainnya.

Pemerintah Mahathir telah menyalahkan salah urus ekonomi dan korupsi yang dilakukan mantan Perdana Menteri Najib Razak dan koalisi berkuasa lama yang digulingkan oleh kekalahan dalam pemilu 9 Mei.

malaysia,
Mahathir menjadikan ini sebagai prioritas, untuk memangkas hutang dan kewajiban Malaysia. Diperkirakan ada 1 triliun ringgit atau sekitar Rp 3.500 triliun hutang Malaysia (The Globe and Mail)

Dana urunan tersebut terkumpul 7 juta ringgit atau sekitar Rp 25 miliar pada hari pertama keberadaannya. Namun Juru Bicara Kementerian Keuangan Malaysia tidak dapat menyebut jumlah keseluruhan hingga saat ini. Inisiatif pemerintah muncul setelah seorang warga Malaysia bernama Nik Shazarina, 27, yang sangat mencintai negaranya, mendirikan usaha penggalangan dana pribadi yang menarik minat warga.

"Rakyat secara sukarela ingin berbagi pendapatan mereka untuk membantu meringankan beban pemerintah," kata Menteri Keuangan Lim Guan Eng, ketika ia mengumumkan platform bernama Malaysia Hope Fund untuk mengumpulkan dan mengelola dana secara sistematis dan transparan. Dia memberikan rincian bank agar orang Malaysia dapat menyetorkan sumbangan mereka.

"Ada banyak orang Malaysia yang bersedia menyumbang kepada pemerintah ketika mereka mengetahui betapa buruk situasi keuangan negara kami," kata Mahathir beberapa waktu lalu.

Dalam kampanye penggalangan dana, Nik Shazarina Bakti mengatakan, dulu orang Malaysia telah memberikan perhiasan, uang, dan barang berharga untuk membantu mengumpulkan dana demi mendapat kemerdekaan dari Inggris.

"Kali ini kami melakukannya. Kami dapat memberi tahu anak-anak dan cucu kami tentang prakarsa ini bahwa kami semua ambil bagian untuk menyelamatkan negaraku Malaysia," katanya.

Namun para analis mengatakan langkah itu tidak berdampak signifikan

"Ini sangat tidak mungkin mengingat skala utang yang kita lihat di Malaysia," kata ekonom Asia di Capital Economics, Krystal Tan. "Masih ada jalan yang sangat panjang," tambahnya.

Pemerintah sendiri menegaskan akan memangkas proyek kereta api berkecepatan tinggi bernilai miliaran dolar ke Singapura dan meninjau proyek infrastruktur berskala besar lainnya, terutama investasi Tiongkok guna memangkas biaya.

(ce1/iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up