
US President Donald Trump and Finnish President Sauli Niinisto hold a joint press conference in the East Room of the White House in Washington, DC, on October 2, 2019. (Photo by Brendan Smialowski / AFP)
JawaPos.com – Presiden AS Donald Trump meledak. Dia tidak mampu mengendalikan emosi dalam sesi konferensi pers di East Room, Gedung Putih, Rabu (2/10). Padahal, saat itu dia bersama Presiden Finlandia Sauli Niinisto. Trump berang setelah jurnalis Reuters Jeffa Mason bertanya tentang skandal pembicaraannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
”Ini adalah kebohongan terbesar. Ini hanyalah lanjutan dari apa yang dimainkan sejak saya terpilih,” tegas Trump tak kuasa menahan amarah.
Awalnya, sesi konferensi pers itu berjalan normal. Trump berbicara tentang defisit perdagangan dua negara tersebut, demokrasi, dan hal remeh-temeh lainnya. Semua berubah ketika Mason bertanya soal Ukraina. Trump, agaknya, meluapkan emosi yang dipendam selama ini secara terbuka.
Suami Melania itu menyebut Ketua House of Representative Nancy Pelosi memberikan surat panggilan resmi layaknya itu adalah kue. Setiap hari legislator Demokrat tersebut mengeluarkan surat perintah pemanggilan. Trump menyatakan bahwa tidak ada yang salah mengenai pembicaraan teleponnya dengan Zelensky. Tapi, pihak tertentu membuatnya seakan-akan itu adalah sebuah pelanggaran.
Mason tak tinggal diam. Dia kembali bertanya tentang apa sejatinya yang diminta Trump kepada Zelensky terkait dengan kandidat calon presiden Demokrat pada 2020 Joe Biden dan putranya, Hunter. Trump, tampaknya, enggan menjawab pertanyaan itu. Dia meminta pertanyaan dialihkan ke Niinisto, bukan ke dirinya lagi. Ketika Mason terus mendesak, Trum kian berang.
”Itu semua hoaks dan siapa yang memainkannya? Orang-orang seperti Anda dan media penyebar berita bohong, media yang korup,” ujar Trump. Dia menyebutkan bahwa mayoritas media di AS tidak hanya memberitakan hal bohong, tapi juga korup.
Sikap Trump itu seakan menunjukkan bahwa dirinya mengalami masa sulit dan frustrasi. Sejak skandal telepon dengan Zelensky mencuat, akun Twitter pribadinya dipenuhi dengan artikel-artikel yang menyerang Demokrat dan penyangkalan. Namun, baru kali ini Trump benar-benar menunjukkan kemarahan secara langsung.
Pada hari yang sama dengan konferensi pers itu, Ketua Komite Pengawas di House of Representative Elijah Cummings mengirimkan surat perintah pemanggilan untuk 25 pejabat Gedung Putih. Komite tersebut menginginkan semua transkrip telepon dan komunikasi yang dilakukan Trump dan Zelensky. Para pejabat itu diberi waktu hingga hari ini untuk menyerahkannya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
