Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Juli 2019 | 21.47 WIB

Carrie Lam Muncul, Langsung Marah

Hong Kong - Image

Hong Kong

JawaPos.com - Warga Hongkong kalut sehabis insiden pendudukan gedung dewan legislatif. Mereka tak tahu apakah sekelompok pemuda yang membuat ruang sidang parlemen itu rusuh adalah pahlawan demokrasi atau pelaku kerusuhan. Yang jelas, Tiongkok maupun kepanjangan tangannya di Hongkong bersiap untuk melacak semua pelaku vandalisme 1 Juli tersebut.

Selasa subuh (2/7) Chief Executive Hongkong Carrie Lam menggelar konferensi pers di markas besar kepolisian Hongkong. Wajahnya mengeras saat memberikan tanggapan mengenai upaya perebutan gedung pemerintah dari penjagaan polisi. Kepala daerah administratif khusus itu marah.

"Kemarin kita melihat dua pemandangan berbeda. Aksi damai yang sesuai dengan asas Hongkong dan kerusuhan di gedung Dewan Legislatif," ujar Lam kepada South China Morning Post.

Senin (1/7) penduduk Hongkong turun ke jalan untuk memperingati momen penyerahan Hongkong dari Inggris ke Tiongkok sembari berdemo menuntut pencabutan RUU ekstradisi. Sebagian besar rakyat mengikuti barisan aksi damai yang berjalan dari Victoria Park menuju pusat kota tersebut.

Namun, sekelompok pemuda dengan masker dan helm proyek mengepung gedung pemerintahan. "1 Juli seharusnya adalah hari bahagia untuk semua. Karena ini adalah momen Hongkong kembali ke ibu pertiwi," bunyi pernyataan resmi Hong Kong and Macau Affairs Office.

Pemuda Hongkong, tampaknya, tak setuju dengan pandangan pemerintah Tiongkok atau Carrie Lam. Mereka justru merasa makin putus asa. Sebab, setelah 2047, masa transisi kepemilikan Hongkong habis. Saat itu semua sistem Hongkong bakal ditentukan Partai Komunis.

Reaksi pemerintah sangat keras. Terutama Beijing yang menguasai pulau semi-otonom itu. Mereka meminta aparat benar-benar menindak semua yang terlibat dalam insiden tersebut.

"Ini bukan lagi aksi politik, tapi perlawanan terhadap Tiongkok," ujar analis politik Joseph Cheng kepada Agence France-Presse.

Menteri Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang pun meminta agar negara asing tak ikut campur dalam urusan dalam negeri. Menurut dia, penggerebekan gedung pemerintahan merupakan penghinaan terhadap aturan hukum Hongkong.

"Ini standar ganda. Saya yakin kalau polisi di Eropa atau AS pasti akan menindak aksi kekerasan," ungkapnya.

Pendapat rakyat pun masih terbelah. Beberapa menyayangkan pemuda yang terpancing emosi. Mereka beranggapan bahwa aparat sengaja membiarkan gedung dimasuki sehingga pendemo mendapat citra buruk.

Keributan di Gedung Parlemen
1 Juli
13.40: Kelompok pendemo mulai mengepung gedung Dewan Legislatif Hongkong dan menghantam kaca lantai pertama.
21.00: Pendemo berhasil menerobos barikade polisi dan mulai merusak berbagai fasilitas.

2 Juli
00.00: Polisi kembali masuk dan mengusir pendemo dengan gas air mata.
04.00: Chief Executive Hongkong Carrie Lam mengeluarkan pernyataan mengutuk pendemo yang masuk gedung pemerintahan.

Sumber: Agence France-Presse dan South China Morning Post

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore