
Kim dan Moon bergandengan tangan, keduanya terlihat gembira
JawaPos.com - Pertemuan antara Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In dilakukan di Panmunjom, desa perbatasan antara Korut dan Korsel pada Jumat (27/4). Usai pertemuan ini diharapkan mereka membicarakan upaya perdamaian dan kemungkinan denuklirisasi.
Pengamat Internasional M. Riefqi Muna mengatakan, pertemuan tersebut merupakan perkembangan yang sangat penting secara historis dan strategis untuk hubungan kedua Korea. Sudah lama diharapkan pertemuan antara kedua Korea karena selama 50 tahun lebih tanpa solusi yang jelas antara kedua pihak.
"Pertemuan yang terjadi tentunya membuka harapan baru damainya kedua Korea dan denuklirisasi di Korut," ungkapnya saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (27/4).
Jika dilihat melalui gestur fisik dan apa yang dia tuliskan oleh Kim, dan pernyataan yang disampaikan Juru Bicara Korea Selatan, terang Riefqi, suasana pertemuan tadi menunjukkan keseriusan alias tidak dibuat-buat. Sikap kedua pemimpin Korea yang hangat merupakan hadiah, bukan hanya untuk kedua Korea, namun juga untuk seluruh dunia.
"Saya pernah mengunjungi DMZ Panmunjom, sehingga saya dapat membayangkan suasana pertemuan itu," tambahnya.
Menurut Riefqi, dunia internasional menaruh harapan baik ke depannya. Sebelum pertemuan ini terlaksana, yang menjadi kemajuan besar lainnya, setelah Winter Olympic PyeongChang disusul tampilnya girlband asal Korsel, Red Velvet ke Korut. Ini menjadi sebuah peristiwa yang luar biasa dan disaksikan masyarakat dan elite Korut.
"Pertemuan hari ini akan menjadi landmark arah positif kedua pihak yang akan berpengaruh ke Asia Timur dan global," papar Riefqi
Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat tahun lalu disebabkan Korut yang melakukan uji coba misil balistik antarbenua yang konon dapat menjangkau Amerika Serikat (AS). "Namun, pihak-pihak yang bertikai sebenarnya sadar bahwa konflik terbuka akan merugikan buat mereka sendiri, sehingga kemudian semua pihak mencoba melakukan deeskalasi, penurunan ketegangan," kata Pengamat Internasional Shofwan Al-Banna menambahkan.
Korut sudah melakukan banyak gerakan yang dimulai melalui keikutsertaanya Olimpiade Musim Dingin dengan Kim yang mengirim adiknya, Kim Yo Jong untuk memimpin delegasi Korut di Pyeongchang, Korsel. Setelahnya Kim juga menawarkan untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan mempersiapkam pertemuan Korut dan Korsel yang diadakan hari ini.
Menurut Shofwan, bagi Korut ini sekaligus menaikkan citra. Setelah menunjukkan kemampuannya menjangkau AS melalui misil balistik, Korut melangkah mundur sejenak dan membuat semua orang bernapas lega.
Dengan pertemuan ini diharapkan akan adanya hal yang lebih baik dari perdamaian. Sebab perdamaian kedua pihak akan memengaruhi stabilitas Asia Timur dan yang lebih luas segala global.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
