Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 April 2018 | 13.10 WIB

Pertemuan Korut dan Korsel, Hadiah bagi Dunia

Kim dan Moon bergandengan tangan, keduanya terlihat gembira - Image

Kim dan Moon bergandengan tangan, keduanya terlihat gembira

JawaPos.com - Pertemuan antara Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In dilakukan di Panmunjom, desa perbatasan antara Korut dan Korsel pada Jumat (27/4). Usai pertemuan ini diharapkan mereka membicarakan upaya perdamaian dan kemungkinan denuklirisasi.


Pengamat Internasional M. Riefqi Muna mengatakan, pertemuan tersebut merupakan perkembangan yang sangat penting secara historis dan strategis untuk hubungan kedua Korea. Sudah lama diharapkan pertemuan antara kedua Korea karena selama 50 tahun lebih tanpa solusi yang jelas antara kedua pihak.


"Pertemuan yang terjadi tentunya membuka harapan baru damainya kedua Korea dan denuklirisasi di Korut," ungkapnya saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (27/4).


Jika dilihat melalui gestur fisik dan apa yang dia tuliskan oleh Kim, dan pernyataan yang disampaikan Juru Bicara Korea Selatan, terang Riefqi, suasana pertemuan tadi menunjukkan keseriusan alias tidak dibuat-buat. Sikap kedua pemimpin Korea yang hangat merupakan hadiah, bukan hanya untuk kedua Korea, namun juga untuk seluruh dunia.


"Saya pernah mengunjungi DMZ Panmunjom, sehingga saya dapat membayangkan suasana pertemuan itu," tambahnya.


Menurut Riefqi, dunia internasional menaruh harapan baik ke depannya. Sebelum pertemuan ini terlaksana, yang menjadi kemajuan besar lainnya, setelah Winter Olympic PyeongChang disusul tampilnya girlband asal Korsel, Red Velvet ke Korut. Ini menjadi sebuah peristiwa yang luar biasa dan disaksikan masyarakat dan elite Korut.


"Pertemuan hari ini akan menjadi landmark arah positif kedua pihak yang akan berpengaruh ke Asia Timur dan global," papar Riefqi


Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat tahun lalu disebabkan Korut yang melakukan uji coba misil balistik antarbenua yang konon dapat menjangkau Amerika Serikat (AS). "Namun, pihak-pihak yang bertikai sebenarnya sadar bahwa konflik terbuka akan merugikan buat mereka sendiri, sehingga kemudian semua pihak mencoba melakukan deeskalasi, penurunan ketegangan," kata Pengamat Internasional Shofwan Al-Banna menambahkan.


Korut sudah melakukan banyak gerakan yang dimulai melalui keikutsertaanya Olimpiade Musim Dingin dengan Kim yang mengirim adiknya, Kim Yo Jong untuk memimpin delegasi Korut di Pyeongchang, Korsel. Setelahnya Kim juga menawarkan untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan mempersiapkam pertemuan Korut dan Korsel yang diadakan hari ini.


Menurut Shofwan, bagi Korut ini sekaligus menaikkan citra. Setelah menunjukkan kemampuannya menjangkau AS melalui misil balistik, Korut melangkah mundur sejenak dan membuat semua orang bernapas lega.


Dengan pertemuan ini diharapkan akan adanya hal yang lebih baik dari perdamaian. Sebab perdamaian kedua pihak akan memengaruhi stabilitas Asia Timur dan yang lebih luas segala global.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore