
Mucutuy bersaudara mendapat perawatan medis setelah ditemukan tim pencari Bangkai pesawat yang ditumpangi keempat anak yang mengakibatkan tiga orang dewasa, termasuk ibu mereka meninggal.
JawaPos.com – Mereka bukan Mowgli, bocah yang dibesarkan serigala di rimba India dalam kisah guritan Rudyard Kipling. Mereka juga bukan Tarzan, anak bangsawan Inggris yang diasuh monyet di hutan Afrika dalam karya Edgar Rice Burroughs.
Mereka, empat bersaudara kakak-adik, melampaui karakter-karakter fiksional itu.
Tak ada yang mengasuh mereka. Lesly Mucutuy, 13; Soleiny Mucutuy, 9; Tien Noriel Ronoque Mucutuy, 4; dan Cristin Neriman Ranoque Mucutuy, 1; berjuang sendiri untuk bertahan hidup di belantara Amazon di sisi Kolombia selama 40 hari setelah pesawat yang mereka tumpangi bersama sang ibu jatuh.
Dan, mereka berhasil. Hanya ada bekas gigitan serangga di tubuh empat bocah itu saat tim penolong yang berisi 150 orang menemukan mereka pada Jumat (9/6). Padahal, belantara Amazon penuh dengan puma, jaguar, ular, dan beragam predator lain. Juga, sarang gembong narkotika dan pembalak hutan.
Padahal, si bungsu, Cristin, belum genap 1 tahun ketika pesawat Cessna yang mereka tumpangi bersama sang ibu, Magdalena Mucutuy Valencia, jatuh pada 1 Mei lalu. Tiga penumpang dewasa di pesawat tersebut tewas.
Tapi, Cristin yang masih ngedot dan ke mana-mana harus digendong itu selamat. "Keajaiban" ganda mereka alami karena tidak hanya selamat dari kecelakaan maut, tapi juga mampu bertahan lebih dari sebulan di belantara penuh predator ganas.
Photo
Tak heran jika kemudian sang kakek, Fidencio Valencia, menjuluki keempat cucunya sebagai Anak-Anak Semak. ’’Mereka sangat lemah, tapi senang bisa bertemu lagi dengan keluarganya,’’ ujar Fidencio Valencia, seperti dikutip BBC.
Kini, Mucutuy bersaudara masih terbaring lemah di Rumah Sakit Militer Bogota. Tubuh mereka kurus kering, tanda mengalami malanutrisi. Tulang pipinya terlihat menonjol. Beberapa luka tampak di tubuh, utamanya bagian kaki. Itu karena mereka berjalan di dalam hutan tanpa alas kaki.
Mereka harus bertahan tanpa persediaan air bersih, obat-obatan, maupun makanan yang memadai. Lesly menjadi salah satu kunci keselamatan mereka. Sebagai anak sulung, dia terbiasa menjaga tiga adiknya ketika ibu mereka sedang bekerja.
Bangkai pesawat yang ditumpangi keempat anak yang mengakibatkan tiga orang dewasa, termasuk ibu mereka meninggal.
Awalnya, anak-anak itu bertahan dengan memakan tepung yucca yang mereka temukan di reruntuhan pesawat. Mereka juga makan biji-bijian, buah-buahan, akar-akaran, dan tumbuhan apa pun yang mereka anggap bisa dimakan. Selain itu, mereka mengais bantuan yang diberikan tim pencari dari udara. ’’Mereka tahu apa yang harus dikonsumsi,’’ ucap Fatima Valencia, sang nenek.
Anak-anak tersebut memang mengenal hutan dengan baik. Mereka adalah anggota suku pedalaman Huitoto alias Witoto. Anak-anak dari suku itu diajari kemampuan bertahan hidup di hutan sejak dini. Mulai dari memancing, berburu, hingga mencari tumbuhan yang layak dikonsumsi. Namun, tetap saja, berada di pedalaman hutan Amazon selama 40 hari untuk ukuran anak-anak dalam kondisi sedarurat itu adalah hal luar biasa.
Militer Kolombia mengungkapkan, saat ditemukan, kondisi empat anak tersebut cukup mengenaskan. Tenaga yang mereka miliki hanya cukup untuk bernapas dan mengambil buah dalam jangkauan tangan.
Cristin, si bungsu yang berusia 1 tahun saaat dirawat di Bogota.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
