
KENANGAN: Rumah Hillary saat masih kanak-kanak hingga tumbuh dewasa di Park Ridge.
Lebih dari setengah abad silam, Park Ridge, kota kecil di pinggiran Chicago, pernah ditinggali Hillary Clinton. Warga di sana antusias menyambut kemungkinan lahirnya sejarah baru: presiden perempuan pertama Amerika Serikat.
-----
GABY berlari-lari kecil bersama anjing putih kesayangannya di Hodges Park Minggu pagi lalu (30/10). Taman kecil di Park Ridge, kawasan suburb Chicago, Illinois, itu memang nyaman untuk bersantai di akhir pekan. Di seberang Gaby, seorang ibu muda tengah mendorong bocah kecil di stroller.
”Ya, aku berharap Hillary bisa menuju Gedung Putih. Namun, aku juga ingin dia lebih peduli dengan kota tempatnya dibesarkan,” kata perempuan 27 tahun itu saat ditanya Jawa Pos tentang pencapresan nomine Partai Demokrat tersebut.
Hillary Clinton, yang bernama asli Hillary Rodham, lahir di Chicago pada 26 Oktober 1947. Dia lalu pindah ke Park Ridge saat masih balita. Tepatnya pada 1951. Hill –begitu dia dipanggil semasa kanak-kanak dan remaja– tumbuh di kota praja yang berjarak sekitar 20 km dari pusat Kota Chicago tersebut. Dia tinggal di sebuah rumah besar di kawasan menengah ke atas di 235 Wisner.
Rumah dua lantai itu berdesain simpel. Tersusun dari bricks yang warnanya sudah memudar menjadi kecokelatan. Atapnya berbentuk limas dengan cerobong asap mungil. Jendela-jendelanya memanjang ke langit-langit. Ujungnya melengkung dan berteralis putih. Mirip rumah-rumah dalam cerita-cerita awal abad ke-18. American classic.
Tidak ada pagar yang memisahkan bangunan dengan jalan. Hanya halaman berumput yang dipangkas sangat rapi plus jalur semen selebar semeter untuk sepeda dan pejalan kaki. Pepohonan yang daunnya beraneka warna pada musim gugur berjajar rapi di sepanjang tepi jalan.
Hanya lima menit berjalan kaki dari rumah tersebut, kita bisa melihat Eugene Field Elementary School. Itulah SD tempat Hillary kecil bersekolah. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan ke Emerson Junior High, yang bangunannya kini sudah tidak ada. Masa awal SMA dihabiskan Hillary di Maine East High School. Lalu, dia pindah ke Maine South High School hingga lulus pada 1965.
Ibu satu putri itu melanjutkan pendidikan di Wellesley College, Massachusetts, kemudian di Yale Law School. Di kampus tersebut, dia bertemu jodohnya, Bill Clinton. Hillary membangun karir politiknya di Arkansas, New York, dan Washington. Tak sekali pun dia kembali ke Park Ridge. Jangankan tinggal di sana, berkunjung pun jarang.
Tapi, Mei lalu Hillary ”pulang” ke Park Ridge untuk menggelar fundraising. Ternyata itu adalah kunjungan pertama dia setelah 13 tahun. Tak mengherankan bila warga di sana berharap Hillary memberi lebih banyak perhatian kepada kota masa kecilnya tersebut. ”Paling tidak, sering-seringlah datang kemari,” ucap Gaby.
Harapan warga kota agar putri Dorothy dan Hugh Rodham itu lebih terikat dengan Park Ridge sudah diwujudkan pada 1997. Mereka menamai perempatan Wisner Street dan Elm Street, dekat rumah keluarga Rodham, dengan Rodham Corner. Itu terjadi ketika Hillary masih berstatus FLOTUS –sebutan ibu negara yang merupakan kependekan dari first lady of The United States.
Namun, itu saja belum cukup. Dewan Kota Park Ridge berencana mengukir namanya pada milestone yang ada di Hodges Park. Ya, di tengah taman mungil tersebut, berdiri sebuah fountain atau air mancur kecil. Kira-kira berdiameter 2 meter. Dipisahkan oleh tanah yang ditumbuhi rumput liar dan bunga-bunga lavender berwarna ungu cerah, terdapat batu-batu marmer merah yang disusun melingkar.
Pada masing-masing milestone marmer itu, terukir momen-momen penting yang dibuat oleh orang atau organisasi terhadap kota tersebut. Juga orang-orang terkenal yang pernah tinggal di kawasan itu. Salah satu yang cukup notable adalah marmer Alfonso Iannelli, desainer dan pematung terkenal yang tinggal di kawasan tersebut selama 50 tahun.
Total, ada 34 marmer berukir. Nah, salah satu marmernya masih kosong. Itu, rencananya, dipakai untuk mengabadikan nama Hillary. Tak peduli apakah dia berhasil atau tidak berkantor di Oval Office, West Wing, bagian terpenting di Gedung Putih. Warga Park Ridge tetap bangga terhadap perempuan perkasa tersebut.
Park Ridge sebenarnya adalah kota yang dihuni khas oleh warga konservatif AS. Taat beragama serta menempatkan keluarga sebagai nilai utama. Maka, ketika wilayah lain sudah memperdebatkan pernikahan sejenis, Dewan Kota Park Ridge masih sibuk menggodok aturan tentang boleh tidaknya menjual alkohol tanpa memasukkan makanan berat dalam menu.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
