Warren Buffett, sang investor legendaris, berinvestasi ratusan juta dolar AS di The New York Times (Fortune)
JawaPos.com - Warren Buffett, investor legendaris yang dipandang sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia investasi global, kembali menunjukkan kepiawaiannya membaca arah pasar dengan langkah strategis di sektor media.
Setelah enam tahun menjauh dari bisnis surat kabar, perusahaan investasinya Berkshire Hathaway kembali menanam modal besar di The New York Times, media yang telah menjadi simbol jurnalisme panjang umur dan transformasi digital di abad ke‑21.
Dalam pembaruan kuartalan yang dilaporkan kepada Securities and Exchange Commission (SEC), Berkshire Hathaway mengungkapkan telah mengakuisisi sekitar 5,07 juta saham The New York Times Company yang bernilai USD 351,7 juta atau sekitar Rp 5,92 triliun (kurs acuan Rp 16.830 per dolar AS) pada akhir 2025, tepat ketika Buffett mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO setelah hampir enam dekade memimpin perusahaan.
Dilansir dari Fortune, Selasa (24/2/2026), langkah tersebut menandai kembalinya Buffett ke dunia media setelah pada 2020 menjual seluruh portofolio surat kabar milik Berkshire. Ini merupakan perubahan sikap yang menarik mengingat selama ini Buffett dikenal skeptis terhadap masa depan media cetak.
Langkah Berkshire Hathaway ini juga mencerminkan keyakinan baru terhadap kekuatan media yang mampu beradaptasi di era digital. Tim Franklin, profesor dan ketua jurnalistik di Medill School of Journalism, Northwestern University, menyatakan, "Investasi ini merupakan momentum lingkaran penuh bagi Berkshire Hathaway dalam berinvestasi kembali di industri berita dan sekaligus menunjukkan kepercayaan besar pada strategi bisnis The New York Times."
Buffett, yang dijuluki 'Oracle of Omaha', kini bergabung dengan jajaran miliarder global lainnya yang terlibat dalam media tradisional dan digital, termasuk Jeff Bezos dengan The Washington Post dan Marc Benioff dengan majalah Time. Keputusan Buffett menanam modal di The New York Times menjadi bagian dari tren yang lebih luas di kalangan investor kaya yang melihat nilai strategis dalam media yang kuat secara digital.
Keputusan ini mendapat sorotan karena pada 2020 Buffett pernah mengungkapkan kekhawatirannya terhadap industri surat kabar tradisional. Saat itu, Buffet menggambarkan industri tersebut sebagai sesuatu yang dia sebut sebagai "toast" atau hampir tidak memiliki masa depan, karena turunnya pendapatan iklan dan tantangan kompetitif yang makin ketat.
Sementara itu, The New York Times sendiri telah berhasil mentransformasikan model bisnisnya dengan fokus pada langganan digital dan perluasan produk seperti NYT Cooking dan The Athletic, yang membantu mengimbangi penurunan pendapatan cetak. Pertumbuhan ini semakin memperkuat daya tariknya di mata investor besar seperti Berkshire.
Selain Buffett, The New York Times selama ini juga memiliki dukungan dari miliarder lain seperti Carlos Slim Helú, pengusaha telekomunikasi asal Meksiko, yang pernah menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan media tersebut pada puncak kepemilikannya.
Reuters mencatat bahwa setelah pengumuman investasi ini, saham The New York Times sempat naik sekitar 4 persen dalam perdagangan setelah jam kerja, menandakan optimisme pasar terhadap langkah baru Berkshire Hathaway. Selain investasi di media, Berkshire juga melakukan penyesuaian lain di portofolionya, termasuk memangkas kepemilikan di saham Apple dan Amazon.
Langkah Buffett ini tidak hanya penting dari sisi nilai investasi, tetapi juga mencerminkan pergeseran pandangan dari seorang investor legendaris terhadap industri media, yang kini semakin dipandang sebagai aset strategis dalam lanskap digital. Keputusan Berkshire Hathaway mengambil posisi signifikan di The New York Times mempertegas bahwa media yang beradaptasi dengan era digital tetap dianggap memiliki relevansi ekonomi dan pengaruh global oleh para miliarder investor internasional.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
