Mobil-mobil terbakar di jalanan selama demonstrasi di Teheran, Iran, pada 8 Januari 2026. (Reuters)
JawaPos.com - Pemerintah Iran mengklaim situasi keamanan di negaranya mulai kembali stabil setelah gelombang kerusuhan yang berlangsung sejak akhir Desember 2025. Otoritas Iran menyebut ratusan terduga teroris bersenjata telah ditangkap dalam operasi pemulihan ketertiban yang digelar sejak pertengahan Januari 2026.
Klaim tersebut disampaikan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, saat memberikan keterangan kepada media di kediamannya di Jakarta, Kamis (22/1).
Menurut Boroujerdi, fase pemulihan dimulai sejak 10 Januari 2026, setelah aparat keamanan Iran berhasil mengendalikan kekerasan bersenjata yang sebelumnya meningkat tajam. Operasi keamanan yang digelar secara intensif disebut berhasil menghentikan kampanye kekerasan berskala luas di sejumlah wilayah.
“Dengan dipulihkannya operasi keamanan pemerintah, ketertiban umum secara bertahap kembali terjaga dan unsur-unsur teroris bersenjata yang terlibat dalam kekerasan berhasil ditangkap,” kata Boroujerdi.
Aparat Klaim Amankan Situasi Nasional
Boroujerdi menjelaskan, pemulihan keamanan dilakukan setelah aksi protes yang awalnya bersifat damai berubah menjadi kerusuhan bersenjata. Pemerintah Iran, lanjutnya, memprioritaskan stabilitas nasional serta perlindungan warga sipil dalam merespons situasi tersebut.
Ia menyebut aparat keamanan telah menyita lebih dari 1.300 pucuk senjata dari kelompok yang dituding terlibat dalam aksi teror, sekaligus menangkap ratusan orang yang disebut memiliki peran langsung dalam kekerasan terhadap aparat, warga sipil, dan fasilitas publik.
“Operasi ini bertujuan mengakhiri ancaman bersenjata, bukan membatasi hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai,” ujar Boroujerdi.
Boroujerdi juga menyinggung dampak kerusuhan terhadap infrastruktur sipil. Ia menyebut ratusan fasilitas publik dan properti warga sempat mengalami kerusakan, termasuk kendaraan layanan darurat, tempat ibadah, serta bangunan pemerintahan.
Seiring membaiknya situasi keamanan, pemerintah Iran, kata Boroujerdi, mulai memulihkan layanan publik dan memastikan aktivitas sosial serta ekonomi kembali berjalan normal di berbagai kota.
Meski mengklaim kondisi di lapangan sudah jauh lebih terkendali, Boroujerdi menegaskan bahwa pemerintah Iran masih mewaspadai potensi upaya destabilisasi lanjutan dari luar negeri.
Ia menyebut adanya laporan mengenai dukungan eksternal yang terus berlanjut terhadap kelompok-kelompok yang berupaya menekan Iran secara politik dan keamanan, meski kekerasan bersenjata di dalam negeri telah berhasil diredam.
“Situasi keamanan kini lebih stabil, tetapi kami tetap waspada terhadap tekanan dan upaya destabilisasi yang belum sepenuhnya berhenti,” kata Boroujerdi.
Pemerintah Iran, lanjutnya, berkomitmen menjaga stabilitas nasional sekaligus menempuh jalur hukum, baik di dalam negeri maupun internasional, terhadap pihak-pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan sebelumnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
