Kebakaran hebat di Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11). (Chan Long Hei/AP)
JawaPos.com – Penyebab kebakaran besar di Tai Po, Hong Kong, yang menewaskan sedikitnya 36 orang masih menjadi misteri. Namun sejumlah teori mulai mencuat sejak Rabu (27/11) malam, seiring api yang belum sepenuhnya padam dan penyelidikan resmi yang masih berjalan.
Dikutip dari SCMP, Kamis (27/11), pakar dan warga menduga kebakaran ini dipicu kombinasi berbagai faktor. Mulai dari tingkat ketahanan api pada perancah bambu, serpihan material yang terbawa angin, hingga dugaan pekerja proyek renovasi merokok di area kerja.
Kebakaran bermula sebelum pukul 15.00 waktu setempat dan cepat meningkat ke level No. 5 alarm, tingkat ancaman tertinggi. Api merembet dari satu blok ke tujuh blok lainnya di Wang Fuk Court, yang seluruhnya sedang dalam renovasi dan tertutup perancah serta jaring keselamatan.
Gary Au Gar-hoe, juru bicara divisi rekayasa kebakaran di Hong Kong Institute of Engineers, menjelaskan bahwa perancah bambu tidak sepenuhnya tahan api.
“Bahkan jika jaringnya dilapisi bahan penahan api, perancah tetap bisa terbakar,” katanya. Ia menambahkan bahwa panas radiasi dari api yang besar dapat membuat bangunan di sekitarnya ikut menyala.
“Jika material mudah terbakar seperti koran, kayu, atau cat berada di dekatnya, api bisa meningkat seperti yang terlihat hari ini,” ujarnya.
Au menilai skala kebakaran menunjukkan adanya potensi kelemahan pada bahan keselamatan, manajemen keselamatan proyek, atau kesadaran pekerja. Ia menjelaskan bahwa meski regulasi mewajibkan lapisan penahan api pada jaring, bahan tersebut tetap bisa terbakar jika api cukup kuat. “Perancah itu tahan api, tetapi bukan tidak bisa terbakar,” jelasnya.
Angin yang bertiup pada sore hari juga berperan memperluas sebaran api. Rekaman menunjukkan serpihan material yang menyala berjatuhan dari lantai atas dan terbawa angin ke blok lain, membuat perancah di sebelahnya ikut terbakar.
Beberapa warga menyebut dugaan lain: pekerja renovasi merokok di area proyek. Seorang pekerja ritel bernama Kenny Tam mengatakan renovasi sudah berlangsung satu tahun dengan keluhan serupa bermunculan sepanjang enam bulan terakhir. “Ada yang bilang sering melihat pekerja merokok. Keluhan tentang itu sudah lama,” katanya.
Kwong Pui-lun, mantan ketua asosiasi pemilik Wang Fuk Court, juga mengaku melihat perilaku serupa. “Saya sering melihat pekerja konstruksi merokok dan membuang puntung sembarangan,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Direktur Dinas Pemadam Derek Armstrong Chan kembali menegaskan bahwa suhu ekstrem di dalam gedung menghambat operasi pemadaman. “Puing dan perancah yang jatuh menambah bahaya bagi petugas,” terangnya.
Au menambahkan bahwa panas radiasi menjadi faktor lain yang mempercepat merambatnya api. “Seperti berada di dalam oven. Panas menyelimuti seluruh permukaan dinding luar dan membuat furnitur di dalam ikut terbakar,” katanya.
Penyelidikan resmi masih berlangsung untuk memastikan penyebab utama salah satu kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
