
Komika Li Haoshi ditangkap lantaran lawakannya dianggap menyinggung militer Tiongkok.
JawaPos.com – Komedian di Tiongkok belakangan memilih tiarap. Beberapa acara komedi dibatalkan pemerintah. Utamanya stand-up comedy. Itu terjadi setelah lawakan komika Li Haoshi dianggap menyinggung militer. Penyelenggara acara pun didenda. Haoshi ditangkap. Orang-orang yang mendukungnya ikut ditahan.
’’Stand-up comedy menjadi benteng terakhir di mana orang masih bisa menikmati komentar yang menghibur tentang kehidupan publik. Setelah ini, ruang untuk stand-up comedy dan ekspresi publik secara umum pasti terus menyusut,’’ ujar Wu Qiang, pengamat politik independen, seperti dikutip Channel News Asia.
Acara komedi mulai naik daun saat pandemi Covid-19. Saat itu, penduduk terpaksa di rumah saja. Mereka mencari hiburan. Utamanya acara komedi yang disiarkan online. Salah satu yang terpopuler adalah acara-acara yang diproduksi Xiaoguo Culture Media Co.
Namun, rumah produksi itu terus disorot dan disensor. Terutama terkait materi sensitif seperti lockdown di Shanghai. Pascapandemi, mereka lebih banyak menggelar acara langsung atau tidak online. Selain sensor, alasan lainnya adalah komedian lebih bebas bicara di depan kelompok kecil daripada penonton yang banyak di dunia maya.
Beberapa acara stand-up comedy bahkan meminta agar penonton tidak merekam acara dan mengunggahnya di media sosial. Hal itu untuk menghindari sensor keras dari pemerintah. Namun, setelah insiden yang menimpa Li, rumah-rumah produksi yang biasa menyelenggarakan acara stand-up comedy dan sejenisnya langsung tiarap.
Mereka membatalkan jadwal yang sudah disebar. Salah satunya rumah produksi Danliren Culture Media di Beijing. Mereka tidak memberi penjelasan apa pun tentang pembatalan tersebut. Kondisi itu pun menuai sorotan.
’’Inilah mengapa saya pikir kita harus mencoba melakukan sesuatu untuk melawan tindakan keras. Jika tak berbuat apa-apa, kita bahkan tidak akan punya kebebasan untuk bercanda di masa depan,’’ ucap komedian asal Tiongkok yang tinggal di AS.
Insiden yang jadi sorotan dunia dan berdampak pada acara komedi di Tiongkok itu terjadi pada 13 Mei lalu. Saat itu, Li yang dipekerjakan Xiaoguo Culture Media Co tampil dalam acara stand-up comedy offline. Dia bercanda bahwa dua anjing yang diadopsinya senang mengejar tupai.
’’Dua anjing ini mengingatkan saya akan slogan cara kerja yang bagus, mampu memenangkan pertempuran,’’ katanya yang memicu gelak tawa. Ungkapan yang dimaksud adalah slogan militer Tiongkok, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Leluconnya viral. Pada Rabu (17/5) lalu, Xiaoguo Culture Media Co dijatuhi denda CNY 14,7 juta atau setara Rp 31,3 miliar. Penghasilan perusahaan selama Li tampil dua kali senilai Rp 2,8 miliar juga disita. Seluruh aktivitas Xiaoguo di Beijing dihentikan sementara.
Li yang memiliki nama panggung House juga ditahan untuk penyelidikan lebih lanjut. Dia sempat meminta maaf lewat akun Weibo-nya. Namun, akun itu kemudian ditangguhkan. Xiaoguo juga membuat permintaan maaf dan memecat Li. Perempuan 34 tahun dengan nama Shi yang membela Li turut ditahan. The Global Times melaporkan, Shi dimasukkan ke penahanan administratif.
Komika Tiongkok yang tinggal di luar negeri mengungkapkan pada The Guardian, candaan Li tidak berhubungan dengan politik. Karena itu, dia seharusnya tidak ditahan.
’’Dalam jangka panjang, orang-orang akan berpikir dan menciptakan sesuatu dengan rasa takut. Saya merasa bidang kreativitas dan ekspresi tidak memiliki ruang untuk bertahan,’’ tuturnya. (sha/c18/hud)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
