
Bunga kuning yang dikenal sebagai adey ababa identik dengan perayaan Tahun Baru di Ethiopia. (Amensisa Ifa/BBC)
JawaPos.com–Selamat Tahun Baru 2018, Ethiopia! Ya, kamu nggak salah baca. Ketika sedang menghitung mundur menuju 2026, di Ethiopia baru saja menyambut 2018. Ini karena Ethiopia punya sistem kalender yang berbeda sekitar tujuh sampai delapan tahun dari kalender Gregorian yang kita pakai sehari-hari.
Perbedaan tujuh tahun ini terjadi karena Ethiopia menggunakan perhitungan yang berbeda dalam menentukan tahun kelahiran Yesus Kristus. Ketika Gereja Katolik mengubah perhitungannya pada tahun 500 M, Gereja Ortodoks Etiopia tidak melakukannya.
Kalender Ethiopia terdiri atas 13 bulan, dengan rincian 12 bulan masing-masing punya 30 hari dan satu bulan ekstra (disebut Pagume) punya 5 atau 6 hari, tergantung tahun kabisat. Meski begitu, orang Ethiopia bisa dengan mudah berpindah antara dua sistem kalender loh! Ketika mereka berbicara dalam bahasa setempat, tahun yang dimaksud adalah 2018, sedangkan ketika bericara bahasa Inggris, mereka otomatis maju ke tahun 2025!
Perayaan Tahun Baru di Ethiopia, yang dikenal dengan nama Enkutatash, berlangsung meriah pada 11 September 2025 kemarin. Perayaan ini menghidupkan suasana kota Addis Ababa mulai dari pasar tradisional yang ramai hingga suara musik dan doa yang mengalun dari gereja-gereja.
Salah satu ciri khas perayaan Enkutatash adalah bunga kuning bernama adey ababa. Bunga ini tumbuh liar di sekitar ibu kota dan jadi simbol kedatangan musim semi. Masyarakat setempat juga membeli rumput segar, yang biasa dipakai dalam upacara kopi tradisional yang merupakan sebuah momen penting dalam budaya Ethiopia.
Ngomong-ngomong, tahukah kamu kalau Ethiopia dianggap sebagai tanah kelahiran kopi? Nggak heran kalau tradisi ngopi di sini benar-benar istimewa. Di sini, biji kopi dipanggang langsung, digiling, dan diseduh dalam teko tanah liat.
Bagi umat Kristen Ortodoks di Ethiopia, Tahun Baru juga diisi dengan ibadah di gereja. Di Gereja Entoto St Raguel, imam dan diakon mengenakan jubah warna-warni, membawa dupa, dan menyanyikan lagu-lagu rohani. Suasana religius terasa kuat, berpadu harmonis dengan kemeriahan budaya lokal.
Seperti perayaan besar lainnya, makanan jadi bagian penting dalam Tahun Baru Ethiopia. Di pasar, ayam laris manis. Untuk keluarga yang punya budget lebih, mereka memilih kambing panggang, dan untuk pesta skala besar, beberapa keluarga bahkan membeli sapi!
Perayaan malam Tahun Baru dimeriahkan dengan konser musik dan pesta kembang api. Puncaknya saat jam menunjukkan tengah malam dan band mulai memainkan lagu-lagu semangat menyambut tahun 2018 versi Ethiopia. Paginya, suasana berubah menjadi lebih khusyuk tapi tetap meriah. Gadis-gadis muda menyanyikan lagu tradisional Abebayehosh sambil berkeliling dari rumah ke rumah.
Tahun ini, perayaan Enkutatash juga dibarengi dengan momen penting: peresmian resmi Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD), yaitu sebuah bendungan raksasa yang dibangun di anak Sungai Nil. Proyek ini jadi simbol kebangkitan dan kebanggaan nasional bagi banyak warga Ethiopia loh!

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
