Mandla Mandela, cucu tokoh perjuangan Afrika Selatan, Nelson Mandela. (Reuters).
JawaPos.com - Dukungan internasional untuk Palestina terus menguat. Salah satu sorotan datang dari Afrika Selatan, ketika Mandla Mandela, cucu tokoh besar anti-apartheid Nelson Mandela, menyatakan akan ikut serta dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang berlayar dari Tunisia menuju Jalur Gaza.
Dalam konferensi pers di Tunisia, Jumat (6/9), Mandla menegaskan partisipasinya bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk solidaritas nyata.
“Kami, delegasi dari Afrika Selatan, memilih untuk ikut dalam flotila ini dari titik Afrika. Kami ingin menegaskan bahwa Afrika adalah bagian dari perjuangan rakyat Palestina,” ujar dia mengutip Arab News.
Bagi Mandela, isu Palestina memiliki resonansi mendalam dengan sejarah bangsanya. Afrika Selatan pernah hidup dalam sistem apartheid yang menindas mayoritas kulit hitam di negeri sendiri.
Situasi itu membuat banyak warga Afrika merasa dekat dengan penderitaan rakyat Palestina yang selama puluhan tahun hidup di bawah blokade, okupasi, dan penindasan.
“Sebagai orang Afrika, kami tahu betul bagaimana rasanya hidup di bawah penjajahan, di bawah penindasan. Itulah mengapa kami berdiri bersama rakyat Palestina,” kata Mandla Mandela.
Pernyataan ini sekaligus melanjutkan warisan politik kakeknya, Nelson Mandela, yang sejak lama dikenal mendukung perjuangan Palestina. Nelson bahkan pernah berkata bahwa kebebasan Afrika Selatan tidak akan lengkap tanpa kebebasan rakyat Palestina.
Kapal yang akan ditumpangi Mandla Mandela merupakan bagian dari Maghreb Sumud Flotilla. Armada ini dijadwalkan berangkat pada Minggu (8/9) setelah sempat tertunda karena cuaca buruk.
Flotila tersebut akan bergabung dengan kapal-kapal lain yang sudah lebih dulu berangkat dari Spanyol dan Italia menuju Gaza.
Menurut panitia, sekitar 100 aktivis internasional telah mendaftar untuk berlayar dari Tunisia. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari pegiat hak asasi manusia, dokter, hingga relawan kemanusiaan.
Misi mereka sederhana namun penuh risiko: membawa bantuan medis, makanan, dan logistik ke Gaza yang kini terisolasi akibat blokade laut Israel sejak 2007.
Sebagaimana diketahui, vlokade Israel terhadap Gaza telah berlangsung lebih dari 17 tahun. Akses keluar masuk barang dan orang dibatasi ketat, membuat 2,3 juta penduduk Gaza hidup dalam kesulitan ekonomi, krisis pangan, hingga keterbatasan layanan kesehatan.
Berbagai badan PBB dan organisasi kemanusiaan internasional berulang kali menyebut blokade itu sebagai bentuk hukuman kolektif yang melanggar hukum internasional.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
