Kematian Zara Qairina memunculkan gerakan publik dengan tagar #JusticeForZara. Kini, muncul informasi hoaks terkait kematiannya. (EPA)
JawaPos.com - Kejaksaan Agung Malaysia (AGC) menegaskan bahwa proses hukum terhadap lima remaja yang didakwa dalam kasus Zara Qairina Mahathir hanya terkait tindakan bullying, bukan penyebab kematian siswi berusia 13 tahun itu.
Sebelumnya diberitakan, dalam misteri kasus kematian Zara Qairina, muncul sejumlah nama remaja yang diduga terlibat dalam bullying yang menyebabkan Zara tewas dan ditemukan di saluran air.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis, AGC menjelaskan bahwa dakwaan terhadap para remaja diajukan berdasarkan Pasal 507C(1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), setelah dilakukan kajian menyeluruh atas berkas penyidikan.
“Keputusan ini berlandaskan bukti dan fakta hasil penyelidikan yang telah lengkap,” bunyi keterangan AGC mengutip Bernama.
Klarifikasi ini muncul setelah kuasa hukum ibu korban, Noraida Lamat, meminta agar penuntutan ditunda dan para pelaku dijerat dengan Pasal 507D(2) KUHP, yang ancaman hukumannya lebih berat. Namun, AGC menolak argumen tersebut dengan alasan tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
AGC juga menegaskan bahwa kekhawatiran soal prinsip double jeopardy, yang melarang terdakwa diadili dua kali atas tuduhan yang sama, masih bersifat spekulatif. Karena itu, tuduhan bullying tetap menjadi dasar dakwaan sementara proses hukum berjalan.
Meski begitu, AGC memastikan bahwa penyelidikan mengenai penyebab kematian Zara tetap berlangsung. Pengadilan Koroner Kota Kinabalu telah menetapkan 3 September 2025 sebagai jadwal dimulainya sidang inquest untuk mengungkap penyebab pasti kematian.
Sehari sebelumnya, Jaksa Agung Tan Sri Mohd Dusuki Mokhtar juga menegaskan bahwa lima remaja tersebut akan dihadapkan ke Mahkamah Anak Kota Kinabalu dengan dakwaan Pasal 507C(1).
Zara Qairina ditemukan tidak sadarkan diri di dalam saluran air dekat asrama sekolah di Papar pada 16 Juli, dan meninggal sehari kemudian di RS Queen Elizabeth I, Kota Kinabalu. Tragedi ini memicu perhatian luas publik Malaysia terkait isu bullying di kalangan pelajar.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
