
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Al-Jazeera).
JawaPos.com - Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa keputusan untuk melakukan pendudukan penuh terhadap Jalur Gaza adalah sepenuhnya hak Israel, dan menolak untuk secara eksplisit mendukung atau menentang perluasan operasi militer di wilayah tersebut.
Pernyataan ini disampaikan saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tengah menggelar pertemuan tertutup dengan pejabat keamanan senior untuk membahas strategi militer selanjutnya.
"Saya tahu bahwa kami sedang berusaha untuk memastikan orang-orang mendapatkan makanan. Soal hal lainnya, saya tidak bisa bicara. Itu akan sangat tergantung pada Israel," kata Trump kepada wartawan, Selasa (5/8).
Trump menegaskan bahwa prioritas pemerintahannya adalah mengalirkan bantuan makanan ke Gaza, sambil menyebut bahwa Israel dan negara-negara Arab juga akan membantu distribusi logistik dan finansial, meskipun tanpa merinci lebih lanjut.
Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan bahwa Netanyahu ingin mengambil alih kendali penuh atas seluruh wilayah Gaza, setelah berbulan-bulan perundingan gencatan senjata dengan Hamas tidak membuahkan hasil.
Menurut laporan, Netanyahu dan Trump bahkan sedang membahas kesepakatan ultimatum bagi Hamas: lepaskan sandera dan setujui pelucutan senjata, atau perang akan berlanjut.
Namun wacana invasi penuh ini mendapat penolakan keras dari sejumlah tokoh keamanan Israel sendiri. Demikian mengutip Independent.
Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, mantan kepala Shin Bet Yoram Cohen, bersama sejumlah eks pejabat tinggi Mossad, militer, dan mantan Perdana Menteri Ehud Barak, mengecam strategi Netanyahu yang dianggap tidak realistis.
“Jika ada yang membayangkan kita bisa menjangkau setiap teroris, setiap lorong, dan setiap senjata, sekaligus memulangkan para sandera kita, saya pikir itu tidak mungkin,” ujar Yoram Cohen.
Channel 12 Israel juga sebelumnya melaporkan bahwa Netanyahu cenderung mendorong perluasan operasi militer hingga mencakup pendudukan total Gaza.
Kantor Netanyahu mengkonfirmasi bahwa pada Selasa malam ia mengadakan diskusi keamanan terbatas selama tiga jam, di mana Kepala Staf Militer Eyal Zamir mempresentasikan beberapa opsi kelanjutan operasi.
Pertemuan itu juga dikabarkan dihadiri oleh Menteri Pertahanan Israel Katz dan Menteri Urusan Strategis Ron Dermer, orang kepercayaan Netanyahu, untuk merumuskan strategi yang akan dibawa ke rapat kabinet.
Meski demikian, tekanan terhadap Netanyahu terus meningkat dari dalam negeri. Kritik publik, terutama dari mantan elite keamanan, menunjukkan kekhawatiran bahwa konflik berkepanjangan ini bukan hanya gagal membawa hasil nyata, tetapi juga ditunggangi oleh faksi-faksi sayap kanan dalam pemerintahan yang justru memperparah ketegangan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
