
FAMILY PHOTO: Para pemimpin ASEAN berfoto bersama di Labuan Bajo.
JawaPos.com – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN berakhir kemarin (11/5). Presiden Joko Widodo menyampaikan kesimpulan dari pertemuan tersebut. Isu pekerja migran, perdagangan manusia, konflik Myanmar, hingga kerja sama ekonomi menjadi beberapa tema yang dibahas.
Perlindungan pekerja migran dan korban perdagangan manusia menjadi perhatian para pemimpin ASEAN. ”Saya mengajak negara-negara ASEAN untuk menindak tegas pelaku-pelaku utamanya,” ujar Jokowi. Dia menyatakan, korban terbanyak berasal dari warga ASEAN. Biasanya karena penipuan secara daring. Belum lama ini, misalnya, 20 WNI yang menjadi korban perdagangan manusia di Myanmar berhasil diselamatkan.
Terkait konflik Myanmar, Jokowi menegaskan bahwa negara-negara ASEAN sepakat untuk tidak memberikan toleransi pada pencederaan nilai-nilai kemanusiaan. ASEAN juga sepakat untuk terlibat dengan semua pemangku kepentingan sesuai dengan mandat lima poin kesepakatan.
”Tidak boleh ada pihak di dalam atau di luar ASEAN yang mengambil manfaat dari konflik internal di Myanmar. Kekerasan harus dihentikan dan rakyat harus dilindungi,” ujarnya.
Lalu, terkait penguatan kerja sama ekonomi, ASEAN sepakat membangun ekosistem mobil listrik. Selain itu, ingin menjadi bagian penting dari rantai pasok dunia sehingga menjadikan hilirisasi industri sebagai kunci. ASEAN juga sepakat untuk memperkuat implementasi transaksi mata uang lokal dan konektivitas pembayaran digital antarnegara. ”Ini sejalan dengan tujuan sentralitas ASEAN supaya ASEAN makin kuat dan mandiri,” ucap Jokowi.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan, meski belum ada perkembangan dalam upaya penyelesaian isu Myanmar lewat 5 point of consensus (5 PC), tidak berarti ASEAN menyerah. Komitmen ASEAN tetap teguh dalam membantu masyarakat Myanmar.
”Presiden Jokowi menyebutkan bahwa komitmen ASEAN tetap teguh untuk membantu rakyat Myanmar melalui penyaluran bantuan kemanusiaan dan menerapkan prinsip no one left behind,” paparnya.
Selain itu, lanjut dia, Indonesia telah berkomitmen untuk melakukan dialog dengan berbagai pihak di Myanmar, termasuk pihak junta militer dan pihak terkait lainnya. Menurut dia, upaya yang dilakukan Indonesia itu mendapat dukungan penuh dari para negara anggota ASEAN. Hal tersebut juga disampaikan anggota ASEAN dalam KTT Ke-24 ASEAN.
Retno juga menyinggung kembali soal prinsip-prinsip yang ditetapkan bersama oleh ASEAN. Yakni, sejak terbentuknya ASEAN, para negara anggota harus menghormati dan menjalankan prinsip tersebut. Antara lain mengenai ketaatan terhadap hukum, pemerintahan yang baik, prinsip demokrasi, dan pemerintahan yang konstitusional. (mia/lyn/c7/oni)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
