
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Instagram/@rterdogan)
JawaPos.com-Sebuah kartun kontroversial yang diduga menggambarkan Nabi Muhammad dan Nabi Musa berjabat tangan di langit dengan latar belakang hujan rudal memicu badai politik dan keagamaan di Turki.
Presiden Recep Tayyip Erdogan menyebut gambar itu sebagai provokasi keji dan berjanji tak tinggal diam terhadap siapapun yang melecehkan nilai-nilai suci umat Islam.
Kartun tersebut dimuat majalah satir LeMan, hanya beberapa hari setelah berakhirnya konflik bersenjata antara Iran dan Israel yang menewaskan ratusan orang. Dalam ilustrasi itu, dua sosok berjubah tampak bersalaman di atas awan, sementara rudal beterbangan di bawah adegan yang langsung dibaca banyak kalangan sebagai representasi dari Nabi Muhammad dan Nabi Musa.
Pemerintah dan kelompok konservatif religius langsung menyerang balik. Presiden Erdogan dalam siaran langsung televisi menegaskan bahwa hal tersebut tidak dapat dibenarkan.
“Kami tidak akan membiarkan siapapun menghina Nabi kami maupun nabi-nabi lain. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban di depan hukum," ucap Erdogan dikutip via Reuters.
Tak lama setelah kemarahan itu meledak, empat staf LeMan, termasuk kartunis Dogan Pehlevan, ditangkap secara dramatis oleh polisi.
Video yang diunggah Menteri Dalam Negeri Ali Yerlikaya menunjukkan Pehlevan diborgol dan diseret menaiki tangga. Sementara tiga lainnya digiring ke dalam mobil van, salah satunya tanpa alas kaki.
“Mereka yang menggambar gambar memalukan ini akan dimintai pertanggungjawaban. Tak akan ada ampun bagi mereka yang menodai kesucian agama,” tulis Yerlikaya di platform X.
Sementara itu, pihak LeMan membantah keras bahwa kartun itu menggambarkan Nabi Muhammad. Dalam pernyataan resmi, redaksi menyatakan gambar tersebut justru bertujuan menyoroti penderitaan seorang pria muslim yang menjadi korban serangan Israel.
"Karya ini tidak merujuk pada Nabi Muhammad. Ini adalah kritik terhadap perang, bukan agama,” jelas redaksi, sambil meminta negara melindungi kebebasan berekspresi dan menghentikan kampanye pembunuhan karakter terhadap mereka.
Namun, penjelasan itu tidak memadamkan amarah di jalanan. Lebih dari 200 orang berdemo di jantung Istanbul meski dilarang aparat.
“Klarifikasi mereka terdengar pura-pura. Kami tahu maksud tersembunyi mereka,” ujar salah satu demonstran Muhammed Emin Necipsoy.
Aksi penangkapan ini menyoroti kondisi kebebasan berekspresi di Turki yang makin mengkhawatirkan. Dalam Indeks Kebebasan Pers 2024 oleh Reporters Without Borders, Turki menempati peringkat ke-158 dari 180 negara, salah satu yang terburuk di dunia.
Pemerintah saat ini tengah mengusut kasus tersebut berdasar pasal pidana terkait hasutan terhadap kebencian dan permusuhan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
