Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Juni 2025 | 06.33 WIB

Rudal Iran Serang Jantung Israel, Rumah Sakit dan Markas Militer Koyak

Serangan rudal balistik Iran mengenai sejumlah target di Israel. (Reuters) - Image

Serangan rudal balistik Iran mengenai sejumlah target di Israel. (Reuters)

JawaPos.com – Gedung-gedung tinggi di Tel Aviv, ibu kota Israel, mampu dirontokkan oleh rudal Iran. Dari video yang ditayangkan Al Jazeera, terlihat sebuah rumah sakit dan gedung hunian jendelanya bolong-bolong, sekitarnya berdebu, dan tentu orang-orang di dalamnya kocar-kacir.

Konon Israel memiliki sistem pertahanan Iron Dome yang sulit ditembus rudal, nyatanya tak mampu menghalau senjata Iran. Rudal sakti seperti apa yang dimiliki Iran?

Berondongan rudal milik Iran menyerang beberapa lokasi di Israel, pada Kamis (19/6). Pusat Medis Soroka di Beersheba, Israel selatan, koyak.

Iran mengatakan, pihaknya menargetkan sebuah lokasi militer dalam serangan itu. Dalam laporan, proyektil Iran menghantam setidaknya enam lokasi lain, termasuk di Tel Aviv dan distriknya Holon serta Ramat Gan.

Petugas tanggap darurat mengatakan sedikitnya 50 orang terluka. Empat orang di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Target utama serangan di Beersheba adalah markas besar Komando dan Intelijen. Ada juga kamp intelijen militer di Taman Teknologi Gav-Yam. Fasilitas tersebut berada di sebelah Pusat Medis Soroka.

Pengamat politik Israel Ori Goldberg menyatakan, Israel ingin mengirimkan pesan bahwa Iran menargetkan rumah sakit. "Penting untuk disebutkan bahwa ada instalasi dan markas yang sangat sensitif di dekat rumah sakit karena Israel menempatkan markas militernya di tengah-tengah lingkungan sipil," katanya.

Dilansir dari understandingwar.org, serangan udara yang dilancarkan Israel ke wilayah barat Iran sejak 12 Juni 2025 dilaporkan telah melemahkan kemampuan militer Iran dalam meluncurkan serangan ke Israel. Akibat serangan tersebut, militer Iran terpaksa memindahkan pasukannya ke wilayah tengah Iran.

Israel Defense Forces (IDF) menyatakan bahwa sebagian besar serangan mereka menyasar peluncur rudal di Iran barat. Akibatnya, Iran kini mencoba meluncurkan rudal balistik dari wilayah Esfahan, yang jaraknya sekitar 1.600 kilometer dari Israel.

Namun, lokasi ini dinilai tidak ideal karena tiga jenis rudal Iran yang sering digunakan, yakni Haj Qassem, Fattah, dan Kheibar Shekan, tidak memiliki jangkauan sejauh itu. Sebagai gantinya, Iran mulai menggunakan rudal jarak jauh seperti Emad, Ghadr, dan Sejjil-1 yang memiliki jangkauan antara 1.700 hingga 2.000 kilometer.

Namun, dua di antaranya, yakni Emad dan Ghadr, memakai bahan bakar cair yang mudah menguap dan sulit dipindahkan. Rudal Sejjil-1 yang menggunakan bahan bakar padat dilaporkan digunakan untuk pertama kalinya oleh Iran pada Rabu lalu (18/6).

Media India Times menyebut penempatan Sejjil dapat menjadi titik balik dalam konflik Israel-Iran. "Mesin berbahan bakar padat dari rudal Sejjil ini berarti memberi sedikit waktu bagi sistem pertahanan Israel untuk membunyikan peringatan atau memberikan reaksi," tulis laporan tersebut.

Disebutkan pula bahwa rudal tersebut sangat mudah bermanuver dan dirancang untuk menghindari sistem deteksi musuh, sehingga meningkatkan peluangnya untuk menembus sistem Iron Dome dan Arrow milik Israel.

Sementara itu, ABC.net.au menyebutkan Iran sebagai negara di Timur Tengah yang memiliki persediaan rudal balistik terbesar dan paling beragam. Bahkan, Iran pun dengan sengaja memamerkannya.

Gelombang serangan rudal dan pesawat tak berawak telah menerangi langit di seluruh Israel. Beberapa berhasil menerobos sistem pertahanan udara canggih Israel dan menewaskan sedikitnya 13 orang.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore