
Serangan Israel ke Iran pada Jumat (13/6). (Mint)
JawaPos.com - Situasi di Timur Tengah makin panas. Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran ke Israel pada Sabtu (14/6) dini hari. Serangan balasan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah serangan mematikan Israel mengguncang fasilitas nuklir dan militer Iran, menewaskan sejumlah jenderal tinggi Garda Revolusi.
Ledakan dahsyat dan sirene serangan udara menggema di seluruh Israel sepanjang malam. Dari banyak video yang beredar di media sosial, serangan rudal dan drone Iran membuat langit malam Israel memerah, mencekam di malam yang dingin.
Militer Israel segera menginstruksikan warganya untuk berlindung di tempat aman saat puluhan rudal ditembakkan Iran ke berbagai titik. Sebagian berhasil dicegat, sisanya meledak ke pemukiman di Tel Aviv.
Asap tebal terlihat membumbung tinggi di atas gedung-gedung pencakar langit Tel Aviv, menurut laporan jurnalis outlet berita internasional. Garda Revolusi Iran mengklaim telah menghantam "puluhan target penting" di wilayah Israel.
Layanan pemadam kebakaran Israel menyatakan tim mereka tengah berjuang memadamkan api dan mengevakuasi korban di sebuah gedung tinggi yang terdampak langsung.
Sedikitnya 34 orang dilaporkan terluka di wilayah Gush Dan, termasuk seorang perempuan yang meninggal akibat luka serius, menurut media setempat.
Seorang warga Tel Aviv, Chen Gabizon, menggambarkan kekacauan yang terjadi. “Setelah ada peringatan di ponsel, kami berlari ke tempat perlindungan bawah tanah. Tak lama kemudian, terdengar ledakan besar, semuanya bergetar, asap dan debu di mana-mana,” ungkapnya kepada AFP dilansir via CBS19News.
Di Teheran, Iran, situasi pun tak kalah mencekam. Bandara Mehrabad dilaporkan dilalap api, dengan asap tebal menyelimuti langit ibu kota.
Ledakan besar terdengar di beberapa titik, setelah sistem pertahanan udara Iran diaktifkan menyusul kekhawatiran serangan lanjutan dari Israel.
Meski tengah berkabung atas korban dari serangan Israel sebelumnya, yang menurut Duta Besar Iran untuk PBB menewaskan 78 orang dan melukai 320 lainnya, suasana di jalan-jalan Teheran justru dipenuhi warga yang merayakan serangan balasan.
Mereka membawa bendera nasional dan meneriakkan slogan anti-Israel. Serangan balasan ini memperdalam krisis antara dua musuh bebuyutan tersebut dan mendorong kekhawatiran pecahnya perang regional skala penuh.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, dalam pernyataan yang dirilis Jumat (13/6) malam di platform X, menyerukan penghentian segera aksi saling serang tersebut.
"Cukup sudah eskalasi ini. Saatnya berhenti. Perdamaian dan diplomasi harus menang," tegasnya.
Dengan kedua negara terus saling membalas serangan, dunia kini menahan napas, menanti apakah konflik ini akan mengarah pada perang yang lebih luas, atau ada celah bagi diplomasi untuk mencegah kehancuran lebih lanjut.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
