Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Juli 2018 | 23.23 WIB

Selamat dari Gua, 12 Pemain Sepak Bola Thailand Dapat Larangan dari RS

Ambulans membawa anggota tim sepak bola yang selamat dari Gua Tham Luang. - Image

Ambulans membawa anggota tim sepak bola yang selamat dari Gua Tham Luang.

JawaPos.com - Tim sepak bola Moo Pa asal Thailand kini sudah full team kembali. Itu terjadi setelah 12 pemainnya -yang masih berusia belasan tahun- bersama asisten pelatih Ekapol Chantawong, 25, sudah berhasil dievakuasi Thai Navy Seals dari Gua Tham Luang.


Tadi malam (pukul 19.00) tim penyelamat mengumumkan telah berhasil mengeluarkan lima orang lagi Terdiri atas empat remaja dan seorang asisten pelatih dari dalam gua. Total 18 hari mereka tinggal di dalam gua. Operasi penyelamatan dilakukan sejak pukul 10.00. Sebelumnya, pada Minggu (8/7), empat remaja berhasil dievakuasi. Disusul operasi penyelamatan hari kedua (Senin, 9/7) yang juga membawa empat remaja.


Berita gembira itu dikabarkan melalui posting-an di halaman Facebook yang sederhana. "Kami tidak tahu ini keajaiban, sains, atau apa. Tiga belas Babi Hutan Liar sudah keluar dari gua," tulis Thai Navy Seals kemarin.


Babi Hutan Liar sendiri merupakan arti Moo Pa, nama tim sepak bola mereka. Dalam keterangan tertulis itu, mereka juga menyatakan bahwa lima korban yang diselamatkan kemarin keluar dengan selamat tanpa luka atau cacat. Seorang petugas medis dan tiga anggota Thai Navy Seals yang ikut tinggal di dalam gua sejak hari pertama operasi penyelamatan juga sudah keluar dari gua.


Menurut Associated Press, sorak-sorai semua petugas dan awak media pun terdengar melihat helikopter terakhir berada di langit kompleks gua tersebut. Mereka merasa lega drama yang terjadi hampir tiga minggu itu akhirnya selesai. Jelas, misi tersebut sangat berbahaya.


Semua anggota Babi Hutan Liar yang terjebak tak punya ilmu berenang atau menyelam. Di dalam gua tak ada sirkulasi udara yang cukup. Relawan penyelam Saman Kunont yang meninggal 6 Juli lalu menjadi bukti bahwa penyelaman tersebut bisa menguras kadar oksigen ke level yang ekstrem.


Sampai-sampai taipan di industri teknologi Elon Musk pun ingin turun tangan untuk menyelamatkan anak-anak tersebut. Dia membawa prototipe kapal selam berukuran mini dari perusahaannya, SpaceX, serta ahli bangunan dari Boring Company untuk membantu penyelamatan. Meski pada akhirnya teknologi tersebut tidak digunakan karena dianggap tak praktis.


Dengan sistem buddy diving, 18 sampai 19 penyelam pun melakukan misi evakuasi selama tiga hari. Hasilnya, para remaja itu bisa selamat dari marabahaya. Kemarin lima korban terakhir dirujuk ke Rumah Sakit (RS) Chiang Rai Prachanukroh. Mereka bakal bergabung dengan delapan temannya yang lebih dulu dirawat di sana.


Soal kondisi, tim penyelamat belum memberikan keterangan detail. Yang diketahui, di antara empat anak yang diselamatkan pada hari kedua misi evakuasi, ada dua yang mengalami demam dengan dugaan infeksi paru-paru. Sedangkan empat orang yang diselamatkan pada hari pertama sudah terlihat berlarian di halaman RS.


Meski begitu, pihak RS mengatakan bahwa semua korban bisa disembuhkan. Mereka perlu waktu setidaknya tujuh hari untuk bisa kembali ke pelukan keluarga masing-masing.


"Mereka sudah bisa makan makanan normal meski dilarang mengonsumsi makanan pedas. Kami juga masih harus memeriksa kondisi psikis mereka," ujar Jedsada Chokdumrongsuk, menteri kesehatan publik Thailand.


Mereka pun sudah bisa bertatap muka dengan keluarga, tapi dilarang bersentuhan. Mereka hanya diperbolehkan bertemu dalam jarak 2 meter. "Keluarga juga harus mengenakan pakaian yang sudah disterilisasi," ucapnya.


Jelas, kabar gembira tersebut memancing banyak reaksi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump langsung bercuit di dunia maya, mengucapkan selamat kepada Thai Navy Seals. "Ini adalah momen yang sungguh indah -semua bebas, kerja yang bagus!" kicaunya.


Selain tawaran untuk menonton final Piala Dunia dari FIFA, klub Manchester United pun menawari mereka datang ke Inggris pada musim baru Premier League nanti. Tawaran yang masuk akal karena mereka tak bisa memenuhi undangan menonton final Piala Dunia di Rusia 15 Juli nanti.


Sementara itu, pemerintah Thailand melihat kesempatan emas dari musibah tersebut. Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mulai memikirkan untuk mengembangkan kawasan gua tersebut sebagai lokasi wisata global. Kendati demikian, dia tetap menegaskan bahwa keselamatan bakal diutamakan dalam pengembangan itu.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore