Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Juni 2018 | 00.15 WIB

Mudahnya Berpuasa di Leeds Meski Berdurasi 18 Jam

Suasana berbuka bersama di University of Leeds - Image

Suasana berbuka bersama di University of Leeds


Setiap Selasa selama Ramadan, LUU sebagai perwakilan pihak kampus bekerja sama dengan Islamic Student Society menggelar buka puasa bersama secara gratis. Di sini lah tempat saya mencari suara azan yang menggema lantang. Hal lain yang membuat saya terkesima.


Di dalam fasilitas kampus, saat Maghrib tiba, seseorang akan mengambil posisi menghadap kiblat dan melantunkan azan dengan lantang. Lalu, dilanjutkan berbuka dengan kurma dan minuman yang telah disediakan. Setelahnya bergegas ke salah satu ruangan yang telah disediakan untuk salat Maghrib berjamaah.


Setelah salat, sudah tersedia makanan mulai dari pizza, sandwich, potato wedges hingga root vegetable chips dalam jumlah banyak. Siapapun boleh datang dan dipersilahkan makan Bersama. Bahkan jika masih tersisa, maka saat pulang kita boleh membawa pulang makanan yang kita inginkan.


Rasanya begitu hangat. Percayalah. Ketika kamu berdiri di negeri orang sebagai minoritas, namun dukungan yang kamu rasakan untuk dapat menjalani ibadahmu dengan lancar dan lebih ringan datang dari banyak pihak, ada rasa syukur yang tak pernah putus. Toleransi yang mereka lakukan terasa begitu besar bagi kami, para Muslim di sini.


Sejak awal saya tinggal di Leeds memang saya merasa kota ini begitu ramah dengan Muslim. Dengan mudahnya saya menemukan toko daging halal, restoran berlabel halal hingga berdirinya dua masjid di sekitar kota yakni Leeds Grand Mosque dan Makkah Masjid. Belum lagi di kampus, tersebar beberapa ruangan yang berperan sebagai musola kecil sehingga tidak ada kendala untuk salat selama sedang sibuk beraktivitas di kampus.


Namun tak disangka, segala kemudahan dan dukungan itu juga terjadi saat Ramadan. Mungkin saya dan teman-teman Muslim di sini beruntung tinggal di Leeds. Berkesempatan menyaksikan langsung bagaimana toleransi itu dibangun bagi siapa saja dengan tidak memandang ras, suku, bangsa bahkan agama. Satu pengalaman berpuasa yang mengajarkan banyak hal dan membuka mata akan pentingnya toleransi.


Berpeluang menjadi minoritas yang dihargai dan dihormati kepercayaan dan tradisinya, sehingga nantinya ketika kami kembali ke Tanah Air dan kembali menjadi pihak mayoritas, kami sudah berbekal pengalaman untuk berbagi dan memberikan tempat yang sama layaknya bagi saudara-saudara kami lainnya yang mungkin masih minoritas.


Leeds mengajarkan bahwa toleransi harus dibangun untuk dapat menciptakan suasana rukun dan damai. Menjadikan siapapun merasa Leeds sebagai rumahnya, bukan lah turis atau pelajar asing yang tinggal sementara. Sebagai balasannya, kami yang merasa disejajarkan tempatnya dengan penduduk lokal sini pun merasa memiliki Leeds, tergerak untuk menjaga dan melindunginya sebagaimana rumah sendiri.


Ditulis oleh:


Namira Daufina


Mahasiswi S2 jurusan MA New Media, University of Leeds, UK, Sekretaris PPI Leeds dan anggota PPI Dunia


Untuk JawaPos.com

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore